Surabaya (beritajatim.com) – Bagi wanita, perihal keperawanan menjadi hal yang sangat penting. Hal ini tidak lepas juga dari lambang kehormatan sekaligus martabat mereka.
Tak sedikit orang yang berpendapat bahwa keperawanan wanita bisa ditentukan dengan kondisi selaput dara wanita. Biasanya jika pada bagian ini telah sobek, itu menandakan bahwa ia sudah tidak perawan, begitu pun sebaliknya.
Padahal, anggapan tersebut tidak bisa menjadi tolak ukur seorang wanita masih perawan atau tidak. Secara medis telah disebutkan bahwa ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan selaput dara robek.
Selaput dara atau hymen merupakan lapisan tipis dan lentur yang berada 1-2 cm dari bibir vagina. Lapisan ini berfungsi untuk menyaring kotoran agar tidak mudah masuk ke organ intim wanita. Tak ayal, jika sebenarnya tidak ada kaitannya selaput dara yang sobek dengan aktivitas seksual.
Sobeknya selaput dara ini bisa terjadi karena aktivitas fisik, seperti olahraga, bersepeda, hingga bela diri. Bisa juga disebabkan karena cedera akibat kecelakaan. Bahkan, tak sedikit juga wanita yang justru tidak memiliki selaput dara.
Hal ini wajar terjadi, karena setiap perempuan terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mungkin banyak yang belum tahu, bahwa dalam dunia medis justru aktivitas seksual yang baik dan ideal ialah tidak berdarah.
Hal ini terlepas seseorang baru pertama atau sudah kesekian kali berhubungan seks aktivitas seks yang ideal sesungguhnya adalah yang tidak mengeluarkan darah.
[berita-terkait number=”3″ tag=”perawan”]
Jika seorang wanita mengeluarkan darah saat melakukan aktivitas seksual, berarti ada yang salah. Salah satu yang sering terjadi ialah lubrikasi vagina belum optimal, namun pasangannya sudah melakukan penetrasi.
Tak ayal jika kemudian hal ini menyebabkan iritasi hingga pendarahan pada area vagina, khususnya selaput dara.
Jika sudah demikian, seorang wanita sudah tidak bisa lagi menikmati hubungan seksualnya. Termasuk juga menjadi sulit dalam mencapai orgasme. (Fyi/ian)






