Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, membuka sekaligus memberikan penjelasan terkait visi misi Mapan dan Sapta Cita dalam Musrenbang RPJMD 2025-2030 Kota Kediri. Musrenbang yang digelar di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri ini bertujuan untuk merencanakan arah pembangunan Kota Kediri dalam lima tahun ke depan.
“Arah pembangunan Kota Kediri 5 tahun ke depan, akan kita bawa dalam visi yakni membangun Kota Kediri yang Mapan (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni). Untuk mewujudkan visi Kota Kediri tersebut, kita menetapkan Sapta Cita sebagai strategi utama pembangunan. Yakni pertama Program Merata. Kedua Produktif, Kreatif, Inovatif. Ketiga D’Cito. Keempat Lingkungan Indah dan Berkelanjutan. Kelima Smart Living. Keenam Pemerintahan Cepat Tepat. Ketujuh Infrastruktur Berkualitas,” terang Mbak Wali.
Lebih lanjut, Wali Kota Kediri menjelaskan bahwa Sapta Cita pertama, yakni Program Merata, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dengan fokus pada tiga aspek utama: Bina Sosial, Bina Lingkungan, dan Padat Karya. Program ini akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, seperti pembangunan kelurahan, penguatan RT/RW, posyandu, guru ngaji, madrasah diniyah, bantuan sosial, dan penguatan koperasi.
Program kedua, yaitu Produktif, Kreatif, Inovatif, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Kediri. Program ini meliputi berbagai inisiatif seperti BOSDA untuk pelajar, beasiswa perguruan tinggi, bantuan modal untuk UMKM, serta pelatihan keterampilan kerja dan peningkatan produktivitas petani.
Sementara itu, D’Cito (Kediri City Tourism) menjadi program ketiga yang fokus pada pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan daya tarik kota dan perekonomian daerah.
Program keempat adalah Lingkungan Indah dan Berkelanjutan, yang melibatkan penanaman pohon, pengelolaan ruang terbuka hijau, dan pelestarian sumber daya alam, seperti mata air. Kelima, Smart Living akan diimplementasikan melalui Lapor Mbak Wali 112, layanan dokter keluarga, dan penguatan literasi digital untuk menciptakan kota yang ramah disabilitas dan responsif terhadap bencana.
Pemerintahan yang Cepat dan Tepat menjadi program keenam, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan publik. Terakhir, Infrastruktur Berkualitas menjadi prioritas ketujuh, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung daya saing dan kenyamanan kota.
Di akhir penjelasannya, Wali Kota Kediri mengingatkan bahwa penyusunan RPJMD bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh pihak. “Hal ini adalah komitmen pertama dalam menciptakan kota yang lebih sejahtera, berdaya saing dan berkelanjutan dalam 5 tahun ke depan. Saya juga mengajak mari kita bangun Kota Kediri bukan hanya maju secara fisik tetapi juga hangat dalam jiwa, agamis dalam perilaku, produktif dalam karya, aman dalam kehidupan dan ngangeni dalam kenangan,” tutupnya.
Musrenbang RPJMD 2025-2030 Kota Kediri ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya kegiatan tersebut, diikuti dengan penandatanganan berita acara.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Kediri Sudjono, Sekretaris Daerah Bagus Alit, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya. [nm/beq]






