Surabaya (beritajatim.com) – Mentega dan margarin, banyak orang yang masih keliru membedakan kedua bahan makanan tersebut. Bahkan banyak orang mungkin menganggap bahwa mentega dan margarin adalah dua hal yang sama.
Lalu, apa yang membedakan mentega dan margarin? Bukankah keduanya sama-sama berwarna kuning dan juga bertekstur seperti krim? Yang paling membedakan dari kedua hal tersebut adalah bahan dasar yang digunakan untuk memproduksinya.
Mentega adalah produk olahan susu, biasanya susu yang digunakan adalah susu sapi. Didapatkan dari proses mengaduk krim yang dihasilkan dari susu yang telah di-skim, mentega memiliki tekstur semi-padat.
Mentega biasa digunakan sebagai sumber lemak dalam proses pembuatan roti atau masakan, mentega juga bisa digunakan sebagai bumbu. Meskipun banyak digunakan dalam beragam masakan dari seluruh penjuru dunia, mentega sudah sering menjadi topik debat karena efeknya pada kesehatan tubuh.
Walaupun memiliki kandungan vitamin dan kalsium yang tinggi, mentega juga memiliki kandungan lemak tersaturasi tinggi yang dianggap dapat meningkatkan kolesterol.
Margarin biasa dipasarkan sebagai alternatif yang lebih sehat dari mentega, tapi hal tersebut tidak sepenuhnya akurat.
Secara umum, kata margarin bisa dideskripsikan sebagai pengganti mentega. Meskipun begitu, margarin pertama yang diciptakan, jauh dari kata sehat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pengetahuan-populer”]
Ahli kimia Perancis yang bernama Hippolyte Mege-Mouries membuatnya dari susu dan lemak sapi setelah Raja Napoleon III menawarkan hadiah bagi mereka yang bisa membuat pengganti mentega yang murah. Sekarang, banyak margarin dibuat dengan bahan-bahan vegan, meskipun beberapa masih mengandung susu.
Bahan utama yang dapat ditemukan dalam pembuatan margarin adalah minyak sayur, air, garam, dan pengemulsi. Umumnya, margarin harus memiliki kandungan lemak setidaknya 80%, jumlah yang sama pada mentega. Hal itu berarti bahwa margarin tidak selalu lebih rendah lemak dari mentega, akan tetapi tipe lemak yang dikandung mentega dan maragrin mungkin berbeda.
Lemak terseturasi biasa diasosiasikan dengan protein hewani, biasanya ada di dalam mentega. Sementara itu, margarin lebih cenderung mengandung lemak trans, yang biasa timbul karena penggunaan minyak sayur yang direkayasa untuk tetap padat pada temperatur ruangan. Lemak jenis tersebut memiliki dapat meningkatkan risiko penyakit hati. Jadi, yang manakah yang biasa anda konsumsi? [dwp/bjo]






