Surabaya (beritajatim.com) – Menikmati sore hari ditemani kopi kini menjadi kebiasaan bagi masyarakat berbagai kalangan. Jika dahulu hanya para orang tua yang melakukannya, sekarang anak-anak muda pun menyenangi kegiatan ini.
Diiringi dengan lagu indie yang sendu sembari menatap senja. Lagu-lagu yang disebut “lagu indie” itu memang sedang naik daun, hampir semua generasi mendengarkannya. Namun sepertinya ada yang salah dari pengertian indie sendiri. Mari kita bahasa bersama-sama.
Bukan Genre
Sebetulnya tidak ada yang namanya lagu bergenre indie, hal ini karena indie memang bukanlah sebuah aliran. Indie mengacu pada kata independent, artinya merdeka, bebas, mandiri, dan tidak terikat. Istilah tersebut akhirnya digunakan untuk para pemusik yang bebas dan mandiri serta tidak mengiktui label besar.
Hal ini karena label besar adalah sebuah industry yang memili pasar, ketentuan yang dibuat didasari oleh pasar sehingga anggota di dalamnya tidak bisa membuat music secara bebas. Lirik-lirik musik indie pun berbeda, karena biasanya menyampaikan apa yang ingin diutarakan oleh pembuatnya, bisa juga berupa suara hati masyarakat.
Lirik seperti ini lebih mudah diterima oleh khalayak. Musik indie pun juga memiliki lagu bertema asmara seperti pada umumnya, namun penyampainnya tetap menggunakan ciri khas pencipta masing-masing.
Sejarah singkat
Musik indie pertama kali berkembang pada tahun 1977 oleh sebuah band asal Manchester, Inggris, bernama Buzzcock. Mereka menjadi satu-satunya band ada saat itu yang merekam dan mendistribusikan musik mereka sendiri, kala itu pemusik masih sangat mengandalkan label.
Buzzcock sendiri memiliki genre yang terbilang punk, EP mereka pun berhasil dijual sebanyak 15.000 kopi, masih jauh dibanding dengan major label, namun mereka membuktikan bahwa mereka bisa bermusik secara mandiri. Barulah kemudian muncul band-band lain yang juga bermusik secara independen, seperti Joy Divison.
[berita-terkait number=”5″ tag=”musik, pengetahuan-populer”]
Meskipun begitu, musik indie baru meraup kesuksesan di tahun 90-an. Dan pada tahun 2000-an, dunia permusikan mulai dipenuhi dengan band indie. Ada Artic Monkeys dan The Strokes. Hingga sekarang music indie terus bermunculan, bahkan di Indonesia sendiri. Seperti Barasuara, The Sigit, dan Seringai.
Tak hanya band, penyanyi solo pun juga banyak yang melakukan produksi secara independen.. Bahkan, karena band indie yang menjamur, banyak festival musik memiliki tema indie.
Dari situlah istilah indie ini menjadi salah karena dianggap sebagai genre, seperti pop atau dangdut. Nah begitulah tadi sejarah singkat tentang musik indie, jangan sampai salah pengertian ya. [mnd/bjo]






