Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama Kementerian BUMN menggelar Program Safari Ramadhan 2024 di Alun-Alun Kota Jember.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN dalam membantu masyarakat dan UMKM di bulan suci Ramadhan.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Selain itu, BTN juga mendukung pemberdayaan UMKM setempat melalui Bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk khas daerah.
“Kami senang dapat berpartisipasi dalam program ini. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan berkah bagi masyarakat sekitar di bulan suci Ramadhan,” ujar Nixon.
Pada kesempatan tersebut, BTN menyediakan 1.000 paket sembako murah senilai Rp50.000 per paket. Paket sembako tersebut berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula satu kilogram.
Selain itu, BTN juga mengadakan Bazar 15 UMKM Binaan BUMN yang menjual berbagai macam takjil. Bazar ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan Safari Ramadhan BUMN 2024 di Jember dimeriahkan dengan hiburan dari para musisi lokal dan peresmian acara secara simbolis.
Nixon mengatakan, BTN berkomitmen untuk terus berbagi kepada masyarakat dan menciptakan nilai tambah bagi kebaikan bersama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN, Pemerintah Kota Jember, serta otoritas keamanan dan komunitas masyarakat setempat atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan lancar,” kata Nixon.
Program Safari Ramadhan 2024 merupakan salah satu bentuk komitmen BTN dalam menjalankan TJSL. BTN fokus pada dua pilar utama TJSL, yaitu sosial dan ekonomi.
Pada pilar sosial, program TJSL diarahkan untuk tercapainya pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Sedangkan pada pilar ekonomi, program TJSL berfokus pada tercapainya pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui keberlanjutan peluang kerja dan usaha, inovasi, industri inklusif, infrastruktur memadai, energi bersih yang terjangkau, dan didukung kemitraan.
Kedua pilar tersebut sesuai dengan Pilar Pembangunan Berkelanjutan untuk Indikator Tanpa Kelaparan (Sustainable Development Goal (SDG) Indicator 2: Zero Hunger).[rea/but]






