Magetan (beritajatim.com) – Bripda Muhammad Khoirul Anam (22) anggota Polairud Baharkam Polri gugur dalam tugas patroli di Bangka Belitung.
Helikopter 105/P-1103 milik Korps Polairud Baharkam Polri hilang kontak pada Minggu (27/11/2022) pukul 14.24 WIB.
Usai dilakukan pencarian, Anam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan tersangkut di rumpon ikan oleh nelayan di kawasan Desa Burong Mandi, Belitung Timur pada Senin (28/11/2022) pukul 08.30 WIB.
Salah atau hak yang didapatkan adalah kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat yakni Briptu (Anumerta). Pangkat itu resmi disandang pada Senin (28/11/2022). Pun hal itu dibenarkan oleh Kombes Pol Agusman, Analis Kebijakan Madya Bidang Polair Baharkam Polri.
“Salah satu hak yang diberikan adalah kenaikan pangkat luar biasa, satu tingkat diatas pangkat saat terakhir bertugas. Selain itu, hak asuransi dan pensiun sudah diberikan ke pihak keluarga,” kata Agusman, Senin (28/11/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”helikopter-polri-jatuh”]
Diketahui, putra pasangan Suyanto dan Sugiarti itu resmi menjadi anggota Polri pada 2018 lalu. Dia ditugaskan di Mabes Polri yang menangani teknik pesawat. Anak sulung dari 3 bersaudara itu adalah alumni SMK Penerbangan Angkasa Maospati.
Setelah itu, langsung mendaftar jadi anggota Polri dan menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur. Dia lulus sebagai Bintara Polri angkatan ke-47 SPN Polda Jatim. Dia kemudian bertugas di Mabes Polri dan bertugas di Polairud Baharkam Polri.
Helikopter 105/P-1103 milik Korps Polairud Baharkam Polri dilaporkan hilang kontak di wilayah perairan Kabupaten Belitung Timur pada Minggu (27/11/22) siang.
Di dalam manifes penerbangan helikopter tersebut, terdapat empat kru helikopter P-1103 yang juga merupakan anggota Polri.
Keempat anggota tersebut, yakni AKP Arif Saleh yang merupakan Capt Helikopter, Briptu Lasminto, Aipda Joko M, dan Bripda Khoirul Anam. (fiq/ted)






