Surabaya (beritajatim.com) – Dari sejak era Zico, Pele, Romario, Ronaldo Nazario de Lima, Ronaldinho, Rivaldo, hingga saat ini Neymar. Brazil seolah tak pernah kehilangan pemain bintang. Kelihaian para pemain asal Brasil dalam mengolah si kulit bundar tidak perlu diragukan lagi.
Hingga detik ini, negara di benua Amerika tersebut telah berhasil mengantongi Piala Dunia sebanyak 5 kali. Secara statistik itu lebih banyak dibanding negara lain. Brazil juga tercatat sebagai negara yang tidak pernah absen bermain di setiap perhelatan sepak bola paling akbar, piala dunia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sepak-bola, sepakbola”]
Brasil merupakan negara dengan salah satu populasi terbesar di dunia, meskipun tidak lebih besar dari Indonesia. Orang Brasil seolah menjadikan rumput hijau sebagai tiang pesta rakyat dalam setiap perhelatan. Sepakbola jadi tonggak untuk orang-orang Brasil.
Para pemain sepak bola di Brasil mendapat tempaan yang keras dalam hal rivalitas. Hal ini dimulai dengan persaingan di jalanan. Bagi banyak orang di Brasil, sepakbola merupakan jalan keluar dari kemiskinan atau favela.
Pemain yang memiliki bakat mesti berlatih dan bertarung satu sama lain demi mendapatkan perhatian suatu klub. Dorongan kompetitif ini juga melahirkan persaingan panas antar klub di Brasil, salah satu derbi terpanas misalnya Grenal atau Derby of Millions.
Tim nasional Brasil pun mengenal rivalitas kuat saat harus bertanding di copa America. Jamuan negara tetangga seperti Argentina dan Uruguay sering kali jadi batu sandung. Tim Samba memang lekat dengan sepakbola yang indah dan lihai, namun jangan dilupakan bahwa sepakbola di Brasil dibesarkan oleh budaya kompetitif dari mana mereka berasal. Sehingga saat Brasil sudah menempuh kompetisi di belahan dunia lain, seperti piala dunia. Brasil akan selalu bekerja keras untuk melakukan hal lebih.
Brasil bisa dikatakan dapat disebut sebagai tempat berkembang biak yang sempurna bagi mereka yang bergairah soal sepakbola karena di sana infrastruktur pendukungnya telah lengkap, belum lagi banyaknya mantan pemain yang menjadi pelatih yang tentu akan meningkatkan skill dan kemampuan calon penerus.
Memiliki iklim tropis, Basil menghasilkan kombinasi panas dan hujan lebat yang tidak kondusif untuk lapangan rumput, sehingga satu-satunya tempat bisa menemukannya adalah di stadion-stadion besar. Dalam sebuah cerita dalam film yang mengisahkan tentang Pele, pemain legendaris Brasil. Pele kecil bahkan pernah bermain tanpa alas kaki di jalanan dengan kaus kaki yang diisi kertas. Tidak heran jika banyak pandangan yang menyatakan bahwa pesepakbola hebat lahir dan ditempa di jalan. [dan/bjo]






