Lamongan (beritajatim.com) – Kantor PT Padma Tirta Wasesa, yang berada di jalan raya Babat-Jombang Nomor 31B, tepatnya di Desa Karangkembang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan digarong maling. Uang dalam brankas senilai Rp 373,5 juta dibawa kabur.
“Iya, Kantor PT Padma Tirta Wasesa, Distributor of consumer goods such as Aqua, Unilever, Nestle, Wilmar, Heinz ABC telah dibobol maling. Uang dalam brankas sebanyak Rp 373.520.600 hilang,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbyantoro, Rabu (25/1/2023).
Menurut Anton, digarongnya brankas uang ratusan juta rupiah di kantor distributor bahan makanan dan minuman itu pertama kali diketahui oleh Kasir PT Padma Tirta Wisesa bernama Ria Devi Rahmawati, pada Senin (23/01/2023), sekira pukul 06.00 WIB.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pencurian”]
Kala itu, saksi Ria yang hendak membuka pintu kasir kaget saat melihat kondisi ruangan brankas sudah dalam keadaan berantakan dan acak-acakan. Mengetahui ada sesuatu yang tidak wajar, Ria bergegas menginformasikannya kepada satpam dan pihak manajemen PT setempat.
Kemudian, Ops manager PT Padma Tirta Wasesa, Angga Kresna (28) bersama Satpam, Sony (30), langsung meninjau ke ruangan yang berantakan itu. Mereka menyimpulkan bahwa ruangan tersebut dibobol pencuri, dibuktikan dengan raibnya uang yang tersimpan dalam brankas dan dinding tembok ruangan yang jebol.
Tak berselang lama, mereka akhirnya melaporkan perkara ini ke Polsek Babat, hingga akhirnya pihak kepolisian dari Polsek Babat dan Inafis Polres Lamongan pun datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Diketahui, tembok ruangan tersebut telah jebol dengan diameter kurang lebih 60 centimeter. Tembok itu berjarak sekitar 50 centimeter dari meja kasir.
“Dugaannya, pelaku masuk ke dalam ruangan dengan cara menjebol atau melubangi dinding ruangan kasir dan masuk dari lubang itu untuk kemudian membawa kabur uang dari dalam brankas yang telah digergaji oleh pelaku,” beber Anton.
Lebih lanjut, Anton juga menuturkan, aksi pencurian di kantor ini diduga telah direncanakan secara matang oleh pencuri. Bahkan, pelaku juga memakai sarung tangan saat menjalankan aksinya demi menghilangkan jejak kejahatannya.
“Polisi telah mengamankan barang bukti berupa brankas yang telah rusak, potongan pintu lemari dan 2 buah sarung tangan yang diduga digunakan pelaku. Polisi terus berupaya mencari sidik jari yang ada di beberapa sudut ruangan,” jelasnya.
Masih kata Anton, polisi masih terus melakukan penyelidikan lebih dalam untuk membongkar siapa dalang di balik aksi pembobolan kantor ini. “Belum diketahui pasti berapa jumlah pelaku. Yang jelas, pelaku juga diduga telah memahami betul seluk-beluk kondisi Kantor PT Padma Tirta Wisesa,” pungkasnya.[riq/kun]






