London (beritajatim.com)— Chelsea kembali harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri setelah dikalahkan Brighton & Hove Albion 1-3 dalam matchweek ketujuh Premier League Sabtu malam (27/9/2025). Kemenangan ini semakin menegaskan tren negatif Chelsea dan kehebatan Danny Welbeck melawan klub asal London Barat tersebut.
Chelsea sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Enzo Fernández di menit ke-24. Namun momentum berpindah ketika bek Trevoh Chalobah diusir wasit pada menit ke-53 setelah VAR memutuskan ia melakukan pelanggaran terhadap Diego Gomez.
Brighton baru bisa membalas lewat Danny Welbeck di menit ke-77 dengan sundulan tajam hasil umpan silang dari Yankuba Minteh. Di waktu tambahan, Maxim De Cuyper menambah gol kedua Brighton (90+2′). Ternyata, Brighton mampu mencetak gol ketiga. Lagi-lagi Welbeck (90+10′) yang mencetak gol.
“Kekalahan ini memperlihatkan bahwa kami justru sering memberikan peluang kepada lawan. Sedangkan untuk menciptakan peluang sendiri sangat sulit,” papar tactician Chelsea Enzo Maresca dikutip Football London.
Kekalahan dari Brighton di Stamford Bridge menegaskan krisis Chelsea. Dalam lima laga terakhir, mereka hanya merasakan satu kemenangan. Chelsea kini tertahan di posisi kedelapan klasemen Premier League.
Brace dari Welbeck membuktikan bahwa dia memang momok Chelsea. Dalam 8 laga terakhir melawan The Blues di Premier League sejak berkostum Brighton, striker 34 tahun itu mencetak 5 gol dan 2 assist.
Gol-golnya sering datang di momen krusial — terutama injury time atau setelah Chelsea kehilangan pemain (misalnya setelah kartu merah). Gol sundulan dari umpan silang menyusul kelengahan pertahanan Chelsea menjadi pola yang konsisten.
“Tentu saja kartu merah (Chalobah, Red) membantu kami. Tetapi, unggul jumlah pemain bukan jaminan menang. Spirit kami sangat tinggi. Untuk Welbeck, pengalamannya sangat berguna dan sangat menentukan,” ujar tactician Brighton Fabian Hurzeler. (dio)






