Lamongan (beritajatim.com) – Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk usaha mikro di Lamongan terus dilakukan. Kali ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Lamongan menggelar sosialisasi sekaligus pendampingan sertifikasi produk UMKM pada Jumat (11/7/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan legalitas produk UMKM, khususnya dalam pemenuhan standar keamanan dan mutu pangan olahan. Melalui pendampingan langsung, para pelaku usaha dibekali pemahaman teknis mengenai cara produksi pangan olahan yang baik, termasuk mekanisme pengajuan izin edar dan sertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) BPOM Surabaya, Eka Mardliyah, menjelaskan pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga evaluatif. “Kami menilai terlebih dahulu kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan. Setelah itu, pendampingan diberikan secara intensif untuk memfasilitasi penerbitan izin CPPOB,” kata Eka.
Menurut Eka, sertifikasi ini menjadi gerbang penting agar produk UMKM bisa memasuki pasar yang lebih luas, termasuk retail modern dan ekspor. “Legalitas bukan sekadar kewajiban administratif, tapi jaminan mutu dan kepercayaan pasar,” tuturnya.
Kepala Diskopum Lamongan, Etik Sulistyni, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari ekosistem pembinaan UMKM yang berkelanjutan. “Bukan hanya BPOM, kita juga dorong pemenuhan izin lain seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal. Ini penting untuk membangun UMKM Lamongan yang berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Meski sosialisasi dan pendampingan kali ini baru diikuti oleh 30 pelaku usaha, Diskopum menilai ini sebagai langkah awal yang strategis. Mengingat jumlah UMKM di Lamongan mencapai ratusan ribu, ke depan pendampingan serupa akan diperluas agar lebih banyak pelaku usaha yang tersentuh program legalitas produk.
“Dengan semakin meningkatnya pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya sertifikasi, diharapkan produk-produk lokal Lamongan bisa menembus pasar yang lebih luas dengan jaminan keamanan dan kualitas yang terstandar,” ucap Etik. [fak/beq]






