Ponorogo (beritajatim.com) – Banjir yang melanda Ponorogo pada Senin (16/12) mengakibatkan kerusakan sejumlah bangunan, termasuk 3 rumah warga di Desa Wonoketro, Kecamatan Jetis. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, ketiga rumah tersebut milik Nunik, Subisri, dan Mispan, yang berada di RT 03 RW 02.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan usulan rehabilitasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal tersebut juga sesuai dengan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau pengungsi banjir Ponorogo di Pendopo Agung Pemkab Ponorogo pada hari Senin lalu.
“Usai identifikasi kerusakan ini, kami akan menyampaikan usulan rehabilitasi dan rekonstruksi ke BNPB,” ujar Masun, Kamis (19/12/2024).
Kerusakan tersebut terjadi akibat kuatnya arus air saat banjir. Kondisi bangunan yang sudah tua turut memperparah dampak yang dialami.
“Rumah-rumah itu memang sudah lama, sehingga struktur bangunannya lebih rapuh. Ketika diterjang banjir, kerusakannya menjadi lebih parah,” kata Masun.
Lebih lanjut, Masun menyebutkan bahwa identifikasi kerusakan akibat banjir ini, bukan hanya rumah. BPBD Ponorogo pun juga melakukan inventarisir terhadap infrastruktur lainnya yang rusak.
“Kami lakukan inventarisasi menyeluruh, baik untuk rumah maupun infrastruktur lain,” jelasnya.
Banjir Ponorogo ini sebagian besar dipicu oleh jebolnya 18 titik tanggul di sepanjang Sungai Sono dan Sungai Keyang. Masun menyebut bahwa angka tersebut merupakan data awal dan berpotensi bertambah seiring proses identifikasi lebih lanjut.
“Kerusakan tanggul ini tersebar di sepanjang aliran Sungai Sono dan Keyang. Saat ini kami masih terus melakukan pendataan untuk memastikan semua kerusakan teridentifikasi dengan baik,” tutup Masun. [end/aje]






