Pasuruan (berirajatim.com) – Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pasuruan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan bergerak cepat. Sejak awal Agustus, BPBD telah menyalurkan air bersih ke 12 desa di empat kecamatan, yaitu Lekok, Lumbang, Pasrepan, dan Winongan.
“Kami telah menyiapkan tiga armada tangki air bersih dengan kapasitas 5000 liter untuk mengatasi krisis air bersih ini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi. “Dua armada dari BPBD, satu lagi bantuan pihak ketiga.”
Sugeng menjelaskan bahwa penjadwalan pengiriman air bersih disesuaikan dengan kebutuhan dan jarak masing-masing desa. “Misalnya, satu armada untuk Kecamatan Lekok, dua armada lainnya dibagi untuk tiga kecamatan sisanya,” terangnya.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kekeringan di Jawa Timur, termasuk Pasuruan, diprediksi tidak akan berlangsung lama. Masuknya fase La Nina lemah mengindikasikan kemungkinan hujan akan turun pada akhir September mendatang.
“BMKG sudah menginformasikan bahwa kita memasuki musim basah. Kemungkinan besar, musim hujan akan tiba pada akhir September atau awal Oktober,” tambah Sugeng.
Sugeng juga menyampaikan bahwa jumlah desa yang terdampak kekeringan tahun ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu ada 22 desa, tahun ini hanya 12 desa. “Ini merupakan kabar baik. Kami berharap jumlah desa yang mengalami kekeringan setiap tahunnya dapat terus menurun,” harap Sugeng. (ada/kun)






