Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, memfasilitasi warga Desa Sana Dhaja, Kecamatan Pasean, yang terdampak tanah gerak alias longsor dengan fasilitas tenda darurat beserta perlengkapan lainnya.
Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif sekaligus memfasilitasi warga terdampak longsor, terlebih sebagian besar rumah warga terdampak terbilang sangat riskan untuk ditempati, sehingga mereka ditampung di tenda pengungsian.
“Sebagai langkah konkrit atas musibah ini, kami berkolaborasi bersama pemerintah desa setempat dengan mendirikan tenda darurat sebagai lokasi penampungan sementara. Terlebih sebagian besar rumah warga terdampak, relatif tidak aman untuk ditempati,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Selasa (20/1/2026).
Tenda pengungsian tersebut untuk sementara ditempati sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang terbilang jauh dari sanak keluarga. “Untuk warga terdampak yang memiliki sanak keluarga di dekat lokasi, mereka sementara mengungsi di rumah sanak saudara,” ungkapnya.
“Dalam proses pendirian tenda ini, terdapat sejumlah instansi samping yang juga ikut terlibat aktif mengevakuasi warga terdampak. Termasuk dari rekan-rekan Brimob hingga Dinas Sosial Pamekasan, selain tenda juga ada bantuan berupa alas tidur, selimut, peralatan mandi, sembako hingga matras,” jelasnya.
Sebagai respon cepat kesiagaan dan kedaruratan bencana, pihkanya juga mendistribusikan berbagai fasilitas bagi warga terdampak. “Selain tenda, kami juga distribusikan berbagai peralatan lain yang kami nilai sangat mendesak dan dibutuhkan warga,” imbuhnya.
“Berbagai peralatan ini seperti tandon air, terpal, logistik sembako, sandang berupa pakaian untuk laki-laki dan perempuan hingga peralatan masak. Ditambah dengan berbagai fasilitas yang didistribusikan oleh instansi samping,” pungkasnya.
Seperti diketahui, bencana tanah gerak alias longsor yang melanda Desa Sana Dhaja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, mengakibatkan sedikitnya 16 unit rumah atau bangunan milik warga di dua dusun berbeda rusak berat dengan kondisi terbelah.
Kedua dusun terdampak, masing-masing Dusun Bharak Gunung dan Dusun Peseset Timur, Sana Dhaja, Pasean. Hal tersebut dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Waru, dan sekitarnya, khususnya dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya bencana serupa juga sempat terjadi di Dusun Laok Gunung, sana Dhaja, Pasean, di mana hujan lebat mengakibatkan longsor dan menutup akses jalan raya dengan panjang longsoran sekitar 50 meter dengan lebar longsoran sekitar 40 meter. [pin/suf]






