Pacitan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan terus memperkuat edukasi kebencanaan, salah satunya di sebuah Perguruan Tinggi di Pacitan. Upaya ini dilakukan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mitigasi bencana yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan, Yagus Triarso, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana.
“Mata kuliahnya kan Mitigasi Bencana. Tapi kita ajarkan semuanya, mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca bencana. Ada tujuh sampai delapan materi, kemudian kita sisipkan kuis serta tugas, baik individu maupun kelompok,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, pendekatan pembelajaran lebih diarahkan pada praktik lapangan agar mahasiswa mampu memahami kondisi riil di masyarakat.
“Mahasiswa juga kita beri tugas orientasi lapangan, tidak hanya administratif. Mereka kita tugaskan ke desa-desa untuk melakukan Penilaian Ketangguhan Desa (PKD),” jelasnya.
Ia menambahkan, metode tersebut bertujuan agar mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi bencana sekaligus menentukan langkah mitigasi yang tepat. Program ini telah berjalan sejak 2022 dan terus berlanjut hingga kini. BPBD juga melibatkan mahasiswa dalam mendukung program Desa Tangguh Bencana (Destana).
“Desa yang menjadi lokasi PKD adalah desa yang kami tunjuk, terutama yang belum memiliki Destana. Hasil PKD nantinya bisa kita masukkan ke dalam sistem BNPB sebagai laporan,” ungkapnya.
Diakhir pembelajaran, BPBD juga rutin menggelar simulasi bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami yang melibatkan mahasiswa. Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Pacitan yang rawan bencana, khususnya gempa bumi. (tri/ian)






