Malang (beritajatim.com) – BPBD Malang meminta pemerintah desa atau Pemdes dan pemerintah kecamatan, segera melakukan pendataan terhadap desa yang rawan mengalami kekeringan. Permintaan itu dilontarkan sebab sekarang telah memasuki musim kemarau.
“Pemerintah desa dan kecamatan harus proaktif melakukan pendataan terhadap desa yang rawan kekurangan air bersih, maupun desa yang diprediksi alami kekeringan saat ini,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Senin (19/6/2203).
Pemerintah Desa dan Kecamatan, beber Sadono, diminta segera membuat laporan terkait daerah rawan kekeringan di Kabupaten Malang, untuk diteruskan ke Bupati Malang dan BPBD.
“Sehingga bisa segera menindaklanjuti ke Provinsi Jawa Timur dan BNPB,” tegas Sadono.
Dimusun kemarau saat ini, beberapa wilayah di Kabupaten Malang masih diguyur hujan dengan intensitas rendah. Pemerintah daerah juga sudah melakukan pemetaan kawasan yang menjadi daerah kekurangan maupun kesulitan air bersih selama kemarau tahun ini.
BACA JUGA:
Gempa Bojonegoro, Warga Parengan Tuban Sampai Sempoyongan
Dari pemetaan itu, ada 18 desa di 9 Kecamatan di Kabupaten Malang rawan bencana kekeringan dan Karhutlah atau Kebakaran Hutan dan Lahan. Diantaranya, di Kecamatan Donomulyo, Gedangan, Sumbermanjing wetan, Pagak, Kalipare dan Lawang serta sejumlah kecamatan lain. [yog/but]






