Jombang (beritajatim.com) – BPBD Jombang mendatangi belasan rumah retak yang ada di Dusun Jumoh Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam. Kedatangan BPBD tersebut dalam ranga melakukan mitigasi atau pengurangan risiko bencana. Selain itu juga menganalisa penyebab belasan rumah retak tersebut.
BPBD Jombang ditemui oleh Kades (Kepala Desa) dan perangkat desa setempat. Selanjutnya, mereka mendatangi rumah warga yang dindingnya retak itu satu per satu. Dugaan sementara, belasan rumah retak tersebut disebabkan oleh pergerakan tanah. “Setelah melakukan assesment di lapangan, kami lakukan kajian,” ujar Syamsul Bahri, Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jombang, Rabu (1/2/2023).
Syamsul mengungkapkan, dalam melakukan kajian tersebut pihaknya melibatkan beberapa unsur, salah satunya adalah Bappeda Jombang. Sedangkan saat meninjau lokasi pada Minggu kemarin, pihaknya juga melibatkan tim BPBD Provinsi Jatim dan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Jombang.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bpbd-jombang”]
Syamsul menjelaskan, mitigasi penting dilakukan. Karena hal tersebut langkah awal untuk mengurangi dan memperkecil dampak bencana. Menurutnya, bencana alam merupakan risiko yang tidak terhindarkan, maka mitigasi adalah hal penting yang perlu diketahui mengurangi dampak dari bencana tersebut.
Dalam pertemuan dengan Kades dan perangkat desa Sambirejo, BPBD melakukan edukasi tentang itu. Semisal, tentang penting menyimpan dokumen penting seperti sertipikat, ijazah, dokumen kependudukan, di tempat khusus. Sehingga ketika terjadi bencana tidak bingung untuk menyelamatkan. “Tinggal dibawa. Karena sudah tersimpan. Itu salah satu upaya mitigasi,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 11 rumah warga di Dukuh Jumok Dusun Semberlamong Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang mengalami retak-retak. Bahkan satu rumah terpaksa ditinggal oleh penghuninya karena khawatir sewaktu-waktu ambruk.

Retaknya rumah tersebut diduga karena tanah gerak. Semua berawal ketika hujan deras. Hujan berlangsung cukup lama. Mulai pukul 11.00 WIB hingga larut malam. Seiring dengan itu terdengar suara ‘kemlatak’. Saat itulah muncul keretakan pada rumah warga.
Selain bagian dinding, keretakan juga pada lantai rumah. Panjang keretakan bervariasi. Begitu juga lebar keretakan tersebut. “Ada belasan rumah di dusun ini yang mengalami retak akibat tanah gerak. Dari jumlah itu ada satu yang mengkhawatirkan. Karena rumahnya sudah tua. Akhirnya ditinggalkan oleh penghuninya. Si pemilik mengungsi ke rumah anaknya,” kata Kepala Dusun Sumberlamongan, Sudarman, Kamis (8/12/2022).
Baca Juga: Hujan Semalam, 10 Rumah Warga Wonosalam Jombang Retak Akibat Tanah Gerak
Desa Sambirejo berada di kawasan perbukitan Wonosalam. Wilayah ini masuk lereng pegunungan Anjasmoro. Jalan menuju lokasi tersebut naik turun dan berkelok. Jika hujan deras, tanahnya sangat licin. Sudah begitu, pepohonan di kawasan tersebut juga mengalami penjarangan. [suf/ted]






