Surabaya (beritajatim.com) – Belasan box culvert berukuran jumbo yang mangkrak selama lebih dari 3 bulan di Jalan Ngaglik, Kelurahan Kapasari, Kecamatan Genteng, Surabaya, telah menimbulkan dampak serius bagi para pelaku usaha di sekitarnya.
Mereka mengeluhkan bahwa keberadaan box culvert ini tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga secara langsung menghambat aktivitas bisnis mereka.
“Toko saya jadi ketutupan gara-gara box culvert ini. Pembeli berkurang, yang datang hanya pelanggan saja. Pembeli ketika mampir pun mengeluhkan bingung tempat parkir,” ungkap Winarti, seorang penjual Kue Pukis dan Bikang Banyumas, dengan nada frustrasi.
Dia mengaku bahwa omzetnya telah turun drastis sejak keberadaan box culvert tersebut. “Saya biasanya bisa meraup sejutaan (Rp1 juta) sehari, sekarang ya lumayan turun, karena nggak kelihatan,” tambahnya.
Tofa, pemilik toko pakaian di lokasi yang sama, juga merasakan dampak serupa. “Jelas sangat merugikan. Tempat parkir tidak ada, toko tidak kelihatan, pengunjung akhirnya malas untuk datang,” ujarnya.
Dia berharap agar box culvert tersebut dapat segera dipindahkan karena telah mempengaruhi omzet penjualan dan membuat suasana menjadi sepi.
Para pelaku usaha di Jalan Ngaglik mempertanyakan maksud dari keberadaan box culvert yang dibiarkan mangkrak tersebut.
Keberadaan box culvert ini jelas telah merugikan para pedagang di Jalan Ngaglik.
Mereka berharap agar pihak terkait segera mengambil tindakan untuk memindahkan box culvert tersebut sehingga aktivitas bisnis mereka dapat kembali berjalan normal.
“Mosok yo koyok ngene terus (masak seperti ini terus), wes suwi iki (sudah lama ini), wes telu ulan luwih (sudah tiga bulan lebih), kenapa nggak segera diangkut,” keluh Winarti.[asg/ted]






