Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi menerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Penggerak Sepakbola Madura pada ajang AJP Award 2025 di Ballroom Azana Style Hotel Madura, Jl Jokotole 382 Pamekasan, Selasa (9/12/2025).
Pada ajang yang digagas komunitas jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) tersebut, pria yang akrab disapa AQ mengaku haru atas apresiasi yang diberikan oleh AJP, khususnya pasca memberikan dedikasi terbaik untuk mengembangkan sepakbola Madura selama 15 tahun terkahir.
“Setelah 15 tahun mengurus bola di Madura, baru kali ini kami mendapatkan penghargaan. Bagi kami, sepakbola bukan semata-mata soal olahraga, tapi sebagai sarana membangun dan mewujudkan cita-cita Madura Bersatu,” kata Achsanul Qosasi.
Tidak hanya itu, ia juga sangat berharap sepakbola bisa menjadi ruang bersama untuk mengikis stigma negatif tentang masyarakat Madura. “Kami hanya ingin menghilangkan anekdot dan stigma negatif; ‘berbeda adalah musuh dan kalah itu aib’. Tidak pernah terjadi seperti itu di Madura, dan kita hilangkan pelan-pelan melalui sepakbola,” ungkapnya.
“Bagi kami sepakbola justru memberi pelajaran penting tentang menerima hasil akhir dari sebuah pertandingan, setiap kekalahan kita nikmati, dan setiap kegagalan kita syukuri, dan tentunya selalu berupaya untuk menjadi yang terbaik,” tegas pria asal Sumenep Madura.
Untuk diketahui, AjP Award 2025 merupakan ajang kedua yang digelar AJP pada 2023 silam. Pada ajang apresiasi dan penghargaan kali ini, terdapat sebanyak 27 penerima penghargaan pada ajang tersebut, baik untuk individu maupun institusi atau kelembagaan.
Tidak hanya itu, pemberian apresiasi dan anugerah tersebut dilakukan melalui mekanisme panjang dengan merumuskan ketentuan khusus yang dilakukan oleh jurnalis yang tergabung dalam AJP, dan tentunya dilakukan dengan profesional dan proporsional.
Bahkan sebelumnya Ketua AJP, M Khairul Umam juga memastikan jika apresiasi dan penghargaan tersebut diberikan melalui beragam kajian matang. “Prinsipnya kami memberikan apresiasi ini bukan dengan ujuk-ujuk, tapi ada standarisasi khusus yang kami terapkan dalam penilaian,” pungkasnya. [pin/ted]






