Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi angkat suara seputar pembentukan Satgas Anti Mafia Bola yang digagas induk tertinggi sepakbola tanah air, PSSI.
“Sepakbola itu jangan dikasih nama-nama yang menakutkan, sebaiknya bernama ‘Tim Penegakan Fairplay‘,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Kamis (21/9/2023).
Hal tersebut tidak lepas dari penamaan yang dinilai cukup angker, dan justru kontras dengan komposisi personil Tim Satgas, yakni Maruarar Sirait (Ketua), bersama tiga anggota lainnya, masing-masing Akmal Marhali, Ardan Adiperdana, dan Najwa Shihab.
“Apalagi nama ‘Satgas Mafia Bola’ tidak selaras dengan nama-nama yang bertugas, mereka tidak cocok bernama satgas, terlalu sangar. Sekalipun pemilihan personal dalam tim sudah tepat,” ungkapnya.
Baca Juga: Achsanul Qosasi Apresiasi Semangat Juang Madura United Kalahkan Persebaya
Kondisi tersebut berbeda dengan Satgas yang dibentuk PSSI bersama Kepolisian yang sekaligus merupakan Aparat Penegak Hukum (APH), dan mereka adalah penyidik atau PPNS. “Tim yang dibentuk ini bukan penegak hukum dan bukan penyidik, mereka harus membuat SOP (Standar Operasional Prosedur), mekanisme intellegence, termasuk koordinasi dengan klub, panitia pertandingan, wasit dan lainnya,” imbuhnya.
“Jika suatu saat membutuhkan keterangan mendalam dari orang yang diduga mafia (bola), sejauh mana kekuatan dalam memanggil dan meminta keterangan seseorang yang diduga terlibat. Jika mereka tidak hadir, apa sanksinya,” sambung pria yang akrab disapa AQ.
Terlebih pembentukan tersebut bukan merupakan amanat kongres, dan dinilai memiliki landasan hukum yang terbilang lemah. “Karena tugas satgas menghukum atau menuduh orang yang (mungkin) berada di luar ranah sepakbola (bukan anggota PSSI, dan bukan siapa-siapa),” jelasnya.
Baca Juga: Bos Madura United Minta Bonek Tak Datang ke Madura
“Jadi harus hati-hati menjalankannya, buat dulu SOP-nya, termasuk kerjasama dengan pihak-pihak terkait, agar satgas ini seangker namanya, Satgas Mafia Bola (ngeri),” sentil Achsanul Qosasi.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, sebab diyakini jika sepakbola saat ini mulai membaik dibanding sebelumnya. “Sepakbola kita sudah baik, sudah mulai berbenah. Prestasi sudah mulai perlahan tampak di depan mata,” tegasnya.
“Perbaiki dan lakukan pelatihan dan pemberdayaan wasit secara terus menerus, tentunya dengan sistem yang baik dan transparan. Jangan ada aneh-aneh yang justru menjadi blunder, salam sepakbola maju,” pungkasnya. [pin/ted]






