Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persija di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Rabu (5/4/2023), sejumlah suporter Jakmania tiba di stasiun Pasar Turi.
Kehadiran suporter Persija Jakarta, The Jak di Surabaya langsung disambut meriah oleh kelompok Ratusan suporter Persebaya, Bonek di Warkop Pitulikur, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo.
Pantauan beritajatim.com di lokasi, Jak tiba sekitar pukul 23.00. Ratusan bonek menyambut puluhan Jak yang datang ke Surabaya via kereta api di Stasiun Pasar Turi.
Rombongan Jak berjumlah 50 orang dikawal polisi dan Bonek menuju Warkop Pitulikur untuk dilakukan pendataan.
Koordinator supporter Tribun Utara, Husin Ghozali mengatakan pihaknya ingin memulai menjadi supoter modern. Ke depan dia ingin menyatukan semua elemen suporter.
“Elemen bonek yang lain termasuk mas Hamim kalau ini kita memulai menjadi suporter yang modern. Football for unity. Ke depan kita ingin menyatukan semua elemen suporter dan menjadi suporter yang baik menjadi tuan rumah yang baik,” kata Cak Cong sapaan lekatnya di Warkop Pitulikur, Selasa (4/4/2023).
https://beritajatim.com/olahraga/5-tahun-jadi-macan-ompong-persija-ingin-kalahkan-persebaya/
Menurut Cak Cong, ini sebagai proses awal perdamaian. Hal ini menunjukan bahwa sebuah perdamaian itu tidak perlu mediasi tapi dari hati nurani dari kemauan suporter.
“Ini awal ya, kita gak bisa langsung, ini proses. Sebuah perdamaian itu tidak perlu mediasi tapi dari hati nurani dari kemauan temen-temen Jak, kemauan dari temen-temen Bonek bagaimana agar kita bisa satu tribun lagi seperti dulu,” katanya.
Cak Cong menegaskan bahwa Bonek dan Jak tidak ada permusuhan. Dia menegaskan bahwa rivalitas hanya 90 menit.
“Kita nggak ada permusuhan. Rivalitas hanya 90 menit. Dan rivalitas itu, rivalitas yang sehat,” ujar Cak Cong.
Cak Cong juga berharap ke depan Bonek dan Jak bisa kembali satu tribun untuk beradu chant, kreativitas dan adu yel-yel di stadion masing-masing.
“Kita berharap ke depan bisa satu tribun. Kita bisa ke Gelora Bung Karno (GBK) menggunakan Jersey persebaya. Dan begitupun sebaliknya, Jak ke Gelora Bung Tomo (GBT) dengan jersey Persijanya,” katanya.
Ditempat yang sama, Jefry Ardiansyah atau akrab disapa Ngangak dari Surabaya Jak (SBJ) mengucapkan terima kasih atas koordinasi Bonek dan pihak kepolisian.
https://beritajatim.com/olahraga/persebaya-tak-pernah-kalah-dari-persija-sejak-2018/
Ngangak menyebut ini sebagai suatu nilai plus tersendiri dan menjadi momentum yang baik untuk Bonek dan Jak.
“Ini lho kita berkomunikasi sesama suporter tanpa campur tangan apapun. Biar suporter ini yang menjalin hubungan dengan caranya sendiri,” katanya.
Dia mengaku tidak muluk-muluk untuk perdamaian Bonek dan Jak. Untuk awal, terpenting bisa saling menghargai konsekuensi bahwa kawan-kawan suporter lain bisa menjalin silaturahmi seperti ini.
“Tapi jangan karena mereka memaksakan datang, menyusup masuk ke tribun lain. Terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, malah menjadi gelombang-gelombang negatif,” ujar Ngangak.
“Kalau gini kan, mereka datang kemari enak. Karena kita sudah saling koordinasi. Buat ngedata, akhirnya alhamdulillah kita meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan di tribun,” pungkasnya.
Sementara itu Diky Sumarno Ketua Umum Persija saat diminta memberikan sambutan melalui video call menjelaskan mengucapkan terima kasih kepada Bonek Mania yang telah menerima The Jak..
“Kami berharap teman-teman The Jak bisa menghargai teman Bonek. Tolong jaga nama baik Persija, dan pulang bisa selamat. Surabaya dan Jakarta bisa kompak” kata Dicky. (asg/ted)






