Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya menjadi momok tersendiri untuk Persija Jakarta. Selama lima tahun, sejak 2018, tim berjuluk Macan Kemayoran itu dipermak menjadi macan ompong. Ya, Persija tidak pernah menang atas Persebaya dimulai sejak tim pujaan Bonek tersebut kembali ke Liga 1.
Usai menjuarai Liga 2 2017, Persebaya akhirnya kembali ke Liga 1. Meski belum pernah juara di level tertinggi hingga saat ini, Persebaya selalu membuat lawan-lawannya kesulitan mendulang poin. Salah satunya adalah Persija. Tim ibu kota tersebut dibikin frustasi dalam lima tahun terakhir.
Bagaimana tidak, berlaku sejak 2018, Persija belum pernah sekalipun mengalahkan Persebaya. Rekornya adalah tiga kali kalah dan empat kali imbang. “Saya mengerti, sudah sekian lama Persija tidak pernah menang melawan Persebaya. Sejak 2018,” ucap Thomas Doll, pelatih Persija.
Persija akan menghadapi Persebaya di Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik pada Rabu (5/4) malam. Partai ini diharapkan menjadi akhir dari rentetan hasil negatif yang didapatkan Persija ketika berjumpa Persebaya. “Bagi saya, kesempatan meraih tiga poin itu tetap ada,” bilang pelatih asal Jerman itu.
Namun lawatan ke Gresik pada tengah pekan ini akan menjadi pekerjaan sulit untuk Thomas Doll. Persija harus melawan Persebaya tanpa empat pilar. Keempat sosok itu adalah Muhammad Ferarri, Alfriyanto Nico Saputro, Riko Simanjuntak, serta Michael Krmencik. Mereka tidak bisa tampil akibat akumulasi kartu kuning.
https://beritajatim.com/olahraga/persebaya-diuntungkan-persija-tak-bisa-tampil-full-team/
Selain absennya empat pilar, Persija harus menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak cukup bagus di laga tandang. Dari total 15 pertandingan away yang sudah dijalani, Persija menderita delapan kekalahan, tiga kali imbang, dan empat kali menang.
Empat kemenangan away Persija pada musim ini didapatkan ketika berjumpa Rans Nusantara, Arema FC, Barito Putera, dan PSS Sleman. Selain itu, Persija belum pernah menang dalam tujuh pertandingan tandang terakhir. Tim kebanggan The Jak itu cuma sekali imbang di kandang Madura United.
“Rekor tandang kami memang tidak bagus dikarenakan banyak faktor. Banyak situasi yang tidak biasa terjadi dengan tim. Kami harus menunjukan penampilan yang berbeda saat kami melakukan pertandingan away nanti,” ulas bekas pelatih Borussia Dortmund itu.
Mengacu pada fakta itu, Thomas Doll mengakui ada banyak tekanan di skuadnya jelang lawan Persebaya. Tapi ia menyebut tekanan ini justru dibutuhkan oleh para pemainnya. Pelatih 56 tahun ini menginginkan penggawa Persija bermain kesetanan seperti ketika mereka mengalahkan Persib Bandung.
“Perlu diingat, kami sekarang sedang berjuang untuk memperebutkan posisi dua. Di sisi lain kami harus bertahan agar tidak keluar dari tiga besar. Jadi tiga laga yang tersisa adalah laga yang sangat penting bagi kami,” tegas Thomas Doll. (sya/ted)






