Surabaya (beritajatim.com) – Kinerja wasit sepak bola liga Indonesia terus disorot dan menuai pro dan kontra. Yang terbaru terjadi lagi pada pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSIS Semarang.
Saat itu Marukawa mendapat umpan dari Kambuaya yang seharusnya bisa terjadi gol namun assiten wasit menganggap berada di dalam posisi offside. Padahal dalam rekaman Taise berada dalam posisi onside bukan offside.
Kinerja yang kurang baik ini tentu menjadi bahan evaluasi semua pihak, bukan hanya tim liga bahkan suporter. Seperti salah satu pentolan suporter tim Persebaya, Sinyo Devara.
Ia menilai dari musim ke musim kualitas perangkat pertandingan sepak bola di Indonesia hanya begitu-begitu saja, bahkan cenderung mengalami penurunan kualitas.
Menurut koordinator suporter bertubuh mungil ini, dalam jangka pendek seharunya perlu pembekalan lagi tentang laws of the game sepak bola. Mulai dari peraturan offside, handsball tangan aktif atau pasif, tekel dua kaki hingga pinalty.
“Jadi seharusnya dalam waktu dekat mungkin perlu pembekalan lagi tentang laws of the game sepakbola, mulai dari peraturan offside, handsball tangan aktif/pasif, tekel 2 kaki, penalty. Sedangkan untuk jangka panjangnya mulai merancang penggunaan VAR. teknologi akan membantu meminimalisir kesalahan wasit sehingga persepsi tentang match fixing akan tertepis dengan sendirinya. jangan alergi dengan teknologi,” ungkap Sinyo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
Lebih lanjut dikatakan Sinyo, seharunya federasi harus lebih tegas soal kecurangan-kecurangan pertandingan. Supaya ada efek jera bagi wasit yang lalai dalam bertugas bukan dibiarkan.
“Seharunya perangkat pertandingan yang ideal harus secara menyeluruh berlisensi FIFA, tidak seringkali mengeluarkan keputusan yang merugikan klub peserta dan tentunya mau belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan agar tidak ada lagi wasit yang memiliki rekam jejak kontroversial kemudian ketika memimpin melakukan keputusan kontroversial lagi.”tutupnya. [way/ted]






