Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Binamarga Sumberdaya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur yang inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, melalui program Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
Sekretaris Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa dinasnya bertanggung jawab atas tatanan 2 dalam program KKS yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik. Ia menegaskan, pembangunan yang ramah bagi kelompok difabel menjadi prioritas agar Bondowoso benar-benar bisa menjadi kota yang sehat sekaligus inklusif.
“Pada tahun 2024, kami telah menyelesaikan pembangunan sejumlah fasilitas penunjang bagi pengguna jalan dari kalangan disabilitas di beberapa titik strategis,” ujar Ansori kepada BeritaJatim.com, Jumat (29/8/2025).
Beberapa ruas jalan yang sudah dilengkapi fasilitas ramah disabilitas tersebut di antaranya Jalan KIS Mangunsarkoro, Jalan Brigpol Sudarlan, Jalan Amir Kusman, Jalan DI Panjaitan, Jalan Mangli Wetan–Padasan, serta Jalan RE Martadinata.
Jenis fasilitas yang dibangun meliputi guiding block untuk membantu navigasi tunanetra, rambu lalu lintas khusus yang lebih mudah dipahami, serta trotoar yang ditata lebih lebar dan rata guna memudahkan mobilitas pengguna kursi roda.
Menurut Ansori, pembangunan fasilitas inklusif ini tidak berhenti pada tahap penyediaan fisik saja, tetapi juga diiringi dengan evaluasi berkelanjutan. “Kami akan terus melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan fasilitas yang ada benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan memberikan manfaat maksimal bagi penyandang disabilitas,” tambahnya.
Program KKS sendiri merupakan upaya bersama yang melibatkan lintas dinas, lembaga, serta partisipasi aktif masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, Bondowoso diharapkan dapat terus berbenah menjadi daerah yang sehat, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan, termasuk kelompok difabel. [awi/beq]






