Bojonegoro (beritajatim.com) – Di tengah stagnasi perkembangan teater di Bojonegoro, muncul upaya untuk mengubah suasana dengan menghadirkan pertunjukan teater yang lebih menarik dan menyenangkan. Hal itu tertuang dalam diskusi usai menggelar pertunjukan monologue, oleh Teater Doet Lamongan, Jirin.
Dengan begitu, kelompok teater pelajar, mahasiswa, maupun kelompok teater umum bisa berteater tidak lagi menjadi tekanan, melainkan menjadi kegiatan yang membawa kebahagiaan. Kerumitan yang sering kali menjadi kendala yakni setting panggung, pencahayaan, serta penataan suara dalam panggung.
Salah satu inovasi yang diajukan adalah bentuk pertunjukan terbuka dengan memanfaatkan ruang yang sudah ada. Ide ini bertujuan untuk menciptakan suasana pertunjukan yang natural, atau bahkan menggunakan peristiwa sehari-hari sebagai bagian dari pementasan teater.
“Pertunjukan teater hanya menjadi pemicu untuk diskusi dan menciptakan kreasi baru dalam berteater,” ujar Jirin, Pegiat Teater Doet Lamongan dalam pertunjukan Yang Tersisa Sia-sia di Cafe Actore, Desa Klangon, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (30/06/2023).
Sementara Mustakim, seorang penggiat teater di Bojonegoro, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam menghadirkan pertunjukan teater yang memanfaatkan ruang ini adalah membangun suasana pertunjukan yang memikat bagi penonton.
Selain itu, ada usaha untuk memanfaatkan ruang secara kreatif dalam pementasan teater. Ruang di sekitar kita dapat dijadikan panggung improvisasi, di mana para aktor dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Konsep ini mengusung ide regenerasi teater, yang memadukan kesulitan teknis dengan karakter kuat dari para aktor.
“Pemanfaatan ruang menjadi peristiwa teater ini memang berat dalam membangun suasana yang fokus. Kekuatan aktor harus kuat, sehingga mampu membangun keterlibatan dan keintiman antara pemain dan penonton sejak awal,” ujarnya.
BACA JUGA:
Teater Institut Pentaskan Naskah George Orwell
Menurut Jirin, pentas teater sebenarnya bisa dilakukan di mana saja. Dia mengambil contoh Teater DOET di Lamongan, yang berhasil menciptakan kebersamaan dan kerinduan antara teman-teman sejawat dalam dunia teater.
Meskipun pandemi melanda, kata dia, Teater DOET tetap menyelenggarakan diskusi dan pertunjukan sebagai bentuk vaksinasi bagi para penikmat dan seniman teater. Dengan adanya inovasi dan semangat regenerasi dalam dunia teater, diharapkan bentuk yang rumit dapat diubah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi semua pihak yang terlibat. [lus/but]






