Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah hewan ternak di Kabupaten Bojonegoro mendapat dosis vaksinasi. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak berkuku belah dan genap seperti sapi, kerbau, kambing dan domba.
Vaksinasi hewan ternak yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro salah satunya di Desa Belun Kecamatan Temayang. Vaksinasi mendapat pengawalan Babinsa jajaran Koramil 24/Temayang Kodim 0813 Bojonegoro, bersama Bhabinkamtibmas Polsek dan Kepala Desa.
Babinsa Belun, Peltu Irwan Susilo mengatakan bahwa penyakit PMK tersebut mudah menular melalui kontak langsung antara hewan ternak yang terpapar PMK dengan hewan lain yang rentan penyakit. Pihaknya mengimbau masyarakat yang memiliki hewan ternak agar rutin menjaga kebersihan sarana prasarana (Sarpras) lingkungan kandangnya.
“Apabila ditemui ada hewan ternak bergejala PMK, segera melaporkan ke petugas terkait. Sehingga, mendapat penanganan guna mencegah penularan PMK terhadap hewan yang lain,” ujarnya, Kamis (7/7/2022).
Menurutnya, upaya pencegahan penularan penyakit PMK tersebut dapat dilakukan dengan cara diantaranya membersihkan atau mencuci kandang, peralatan, kendaraan, dan bahan-bahan lain yang memungkinkan bisa menularkan penyakit PMK dengan deterjen atau disinfektan.
“Selain itu dengan memberikan makanan rumput segar kepada hewan ternak, juga vitamin,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”berita-bojonegoro”]
Selain melakukan vaksinasi, upaya pencegahan penyebaran PMK di Bojonegoro juga dibuka posko penyekatan hewan ternak di Kecamatan Padangan yang berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah. Selama dua hari paska pembukaan posko penyekatan hewan tersebut belum menemukan lalulintas hewan yang terjangkit PMK.
“Kendaraan pengangkut hewan yang melintas dihentikan dan diperiksa kesehatan hewan muatannya. Sejauh ini belum ditemukan kendaraan yang mengangkut hewan terjangkit PMK,” ujar Penanggungjawab Posko Penyekatan Hewan, Agus Purnomo. [lus/but]






