Jakarta (beritajatim.com) – PKK Kabupaten Bangka Barat memberikan apresiasi positif kepada Bogasari yang memberikan pelatihan untuk UKM di wilayah tersebut. Menurut Ketua PKK Kabupaten Barat Rosmala, tolok ukur kemajuan suatu daerah umumnya dinilai dari tingkat kemajuan UMKM-nya. Menurutnya UMKM dapat memberikan nilai tambah yang tinggi dan memberikan kesempatan kerja yang besar.
“Makanya UKM dianggap sebagai motor penggerak utama ekonomi suatu daerah. Harapannya tidak berhenti sampai di sini. Kami siap bekerja sama untuk kegiatan-kegiatan lainnya,” ucap Rosmala, yang juga istri Bupati Bangka Barat Sukirman saat acara penutupan, Kamis (10/11/2022).
Ivo Ariawan, Senior Vice President Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari dalam siaran persnya, Jumat (11/11/2022), mengatakan kebangkitan ekonomi di daerah-daerah melalui pemberdayan UKM (Usaha Kecil Menengah) sangatlah penting dan patut didukung. Apalagi peran UKM sangat besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun lokal.
“Itulah yang mendasari Bogasari mendukung pelatihan UKM di daerah Kabupaten Bangka Barat. Pelatihan itu melibatkan 180 UKM. Mereka berasal dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Mentok, Kecamatan Simpang Teritip, Paritiga, Jebus, Tempilang, dan Kecamatan Kelapa. Pelatihan yang dilakukan Bogasari seputar tepung terigu dan teknik pengawetan makanan,” ujar Ivo.
“Sedangkan lokasi pelatihan dipusatkan di 3 kecamatan yakni Kecamatan Muntok (Mentok), Jebus, dan Kelapa. Pelatihan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 8-10 November kemarin. Tujuannya, membangkitkan semangat usaha UKM di daerah di era pandemi. Pelatihan yang dikemas menjadi Coaching Clinic dan baking demo ini merupakan hasil kerja sama Bogasari dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat,” ujarnya.
Selain dihadiri istri bupati, pelatihan ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUP) Kabupaten Bangka Barat M. Aidi. Acara berlangsung secara marathon selama 3 hari, mulai pukul 9 pagi. Setiap hari, 60 UKM dari 2 kecamatan yang berdekatan hadir untuk mengikuti pemberian materi dan konsultasi dengan Chef Irvan Indrayana, Instruktur dari Bogasari Baking Center (BBC) Jakarta yang hadir secara langsung di Bangka Barat.
[berita-terkait number=”3″ tag=”bogasari”]
“Kami berharap setelah diadakannya coaching clinic ini, usaha UMKM bisa berkembang dan menyebarkan aneka kue khas Bangka Barat ke berbagai daerah. Rata-rata peserta pelatihan selama 3 hari ini ialah para ibu-ibu pemilik usaha makanan,” katanya menjelaskan.
Mereka itu di antaranya Erni pemilik Martabak Damai (Muntok), Trisnawati pemilik Kue Trisnawati (Mentok), Pak Hardi pemilik keripik Ubi Hardi, Herlinda pemilik usaha Sinar Tanjung (Mentok) dan masih banyak lagi. Para peserta nampak antusias mengikuti coaching clinic yang diadakan Bogasari. Hal ini dapat dilihat tidak adanya UKM yang undur diri sebelum acara selesai dan banyaknya pertanyaan yang diajukan ketika presentasi.

Amrina Rosada, pemilik usaha Raflesia dari Kecamatan Jebus mengungkapkan, pelatihan tersebut berlangsung seru. Para pelaku UMKM banyak mendapatkan ilmu. “Usaha saya bergerak di bidang pengelolaan daun kelor. Contoh produknya ada keripik kelor, kue kelor dan banyak lagi variannya. walau semuanya tidak menggunakan terigu, tapi ilmu yang saya dapatkan dari Chef Irvan seputar pembuatan keripik bawang bisa saya aplikasikan pada keripik kelor yang selama ini saya buat,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Herlinda, UMKM asal Mentok yang selama ini memproduksi makaroni bumbu. Herlinda berencana mulai memproduksi donat dan kripik bawang kedepannya. Karena dengan mengikuti pelatihan, Herlinda akhirnya bisa membuat kripik bawang dan donat frozen yang bisa diproduksi secara massal dan tahan lama.
Padahal dulunya dia tidak hobi memasak. “Saya ini dulu nggak hobi masak, karena sudah menikah jadi senang memasak, dan karena kebutuhan jadi membuka usaha ini. Sekarang sudah kenal tim dari Bogasari, jadi kalau ada kendala, bisa konsultasi melalui grup Whatsapp,” kata Linda polos. [suf]






