Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan UMKM melalui gelaran KUKM Expo Jatim ke-12 yang digelar di Surabaya.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga sebagai upaya strategis memperkuat digitalisasi dan memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta koperasi.
Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono mengatakan, bahwa expo ini menjadi bukti nyata kepedulian Pemprov Jatim dalam membina, melindungi, dan mengembangkan UMKM di berbagai sektor.
“Expo Koperasi dan UKM ini bukan sekadar pameran, tetapi wujud komitmen kami dalam mendorong penguatan UMKM, termasuk akselerasi digitalisasi dan pembukaan akses ke pasar internasional,” kata Adhy saat membuka acara KUKM Expo Jatim 2025, Kamis (31/7/2025).
Pada penyelenggaraan tahun ini, tema expo difokuskan pada penguatan produk unggulan daerah dan transformasi digital UMKM. Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah kerja sama dengan Serunai Commerce (lembaga sertifikasi halal dari malaysia untuk pasar negara negara OKI), yang memungkinkan pelaku UMKM Jawa Timur menembus pasar ekspor, khususnya ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“Kami juga memfasilitasi pelatihan, bimbingan teknis, kurasi produk ekspor, serta dukungan alat produksi. Pemprov Jatim juga menggandeng sektor perbankan, seperti Bank Jatim, dalam penyediaan kredit berbunga rendah dengan subsidi dari pemerintah provinsi,” tambah Adhy.
Tahun ini, Kota Mojokerto ditetapkan sebagai City of Charm, karena dinilai berhasil dalam membina dan mengembangkan UMKM secara inovatif. Bahkan, sejumlah produk UMKM Mojokerto berhasil merambah pasar ekspor.
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidarta Arisandi menyampaikan, apresiasinya atas dukungan Pemprov Jatim dan sinergi antarwilayah dalam mempromosikan produk lokal.
“Kami sangat terbantu oleh peran aktif Pemprov Jatim dan kerja sama lintas daerah dalam memasarkan produk UMKM ke luar Mojokerto. Ini sangat membangkitkan semangat para pelaku usaha,” ungkap Rachman.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa menegaskan, bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam peningkatan kelas UMKM. Oleh karena itu, pihaknya turut melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi dan akses teknologi kepada para pelaku usaha.
“Digitalisasi memudahkan transaksi, memperluas pasar, dan mendorong efisiensi. Mojokerto menjadi contoh sukses dalam inovasi UMKM, termasuk dalam pengembangan produk alas kaki yang kini dikenalkan hingga ke sekolah-sekolah oleh Ibu Gubernur,” pungkas Endy. (tok/kun)






