Magetan (beritajatim.com) – Bocah 10 tahun di Magetan Jawa Timur tewas di selokan tak jauh dari rumah tinggalnya. Korban meninggal setelah hanyut terseret arus akibat hujan deras. Bibi korban yang datang langsung pingsan melihat keponakannya sudah tidak bernyawa.
Eni Winarsih (32) warga Magetan ini jatuh pingsan saat tiba di rumah kakaknya Mulyono (45) di Desa Tapak Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Keponakannya Riyan Arta Mulya (10) tewas di selokan tak jauh dari rumah tinggalnya.
Korban meninggal setelah hanyut terseret arus akibat hujan deras sore. Kejadian bermula dari korban bermain hujan sendirian di depan rumah tanpa pengawasan orang tua.
Sore itu hujan turun cukup deras. Diduga korban yang saat itu sedang asyik bermain terjatuh ke dalam dan terseret aliran air yang cukup deras. Jasad korban ditemukan oleh warga yang saat itu hendak membersihkan selokan yang tersumbat.
[berita-terkait number=”4″ tag=”magetan”]
Jasad korban tersangkut di dalam gorong-gorong. Untuk mengevakuasi jasad bocah itu, warga harus membongkar gorong-gorong selokan.
‘’Barusan ada musibah anak 10 tahun meninggal main di depan rumah air deras. Air selokan meluber dan anak itu sudah menyumbat gorong-gorong. Air deras tadi hujan deras. Main sendirian hasil visum luka perut dan dahi bekas benturan akibat terseret arus,’’ kata AKP Suwardi, Kapolsek Panekan seraya menyebut usai dilakukan visum jasad bocah kelas empat sekolah dasar itu oleh polisi langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. [fiq/but]






