Pasuruan (beritajatim.com) – Peristiwa tragis terjadi di Dusun Areng-Areng Selatan, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (9/8/2025) siang. Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun meninggal dunia akibat penganiayaan.
Korban bernama Mukhamad Haidar Musthofa, siswa kelas I SD, ditemukan warga tergeletak di halaman rumahnya. Kondisi korban mengalami luka parah di bagian kepala dan tidak sadarkan diri.
Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian korban sedang bermain di depan rumah. Tiba-tiba pelaku berinisial MA mendatangi korban sambil membawa pecok, alat dari besi dengan gagang kayu.
Pelaku kemudian memukulkan pecok tersebut ke kepala korban. Pukulan keras itu membuat korban tersungkur dan mengeluarkan banyak darah.
Melihat kejadian itu, warga bersama paman pelaku segera mengamankan pelaku agar tidak diamuk massa. Sementara korban dibawa ke RSUD Bangil menggunakan ambulans desa.
Namun, nyawa korban tidak tertolong. Dokter di RSUD Bangil menyatakan korban meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.
Petugas Polsek Wonorejo bersama tim Inafis Polres Pasuruan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menemukan gumpalan darah di lantai serta barang bukti berupa pecuk dan sepasang sepatu.
Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku sudah kami amankan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui motifnya,” ujarnya.
Iptu Joko menambahkan, pihaknya masih mendalami keterangan para saksi yang berada di lokasi kejadian. “Kami juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku mengingat aksi yang dilakukan cukup brutal,” tuturnya.
Hingga sore hari, suasana di lokasi kejadian masih dipadati warga yang penasaran. Aparat kepolisian dan TNI tetap berjaga untuk menjaga situasi tetap kondusif. (ada/ted)






