Malang(beritajatim.com) – Seorang bocah 10 tahun di Kota Malang Muhammad Ilham menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Warga Jalan Raya Tlogomas Nomor 83 RT 04/RW 07, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang harus menghidupi ayahnya Siswoyo (49 tahun) dan adiknya Muhammad Rizky (4 tahun).
Kehidupan Ilham berubah sejak, musibah kecelakaan dialami oleh keluarga ini sepulang dari Lamongan. Kecelakaan ini terjadi pada Desember 2020 lalu. Keluarga ini saat itu naik angkutan umum, di tengah perjalanan menuju Kota Malang terjadi kecelakaan di Pujon, Kabupaten Malang.
Sopir angkutan umum dan istri Siswoyo yakni Sri Mulyati meninggal dunia. Sementara Siswoyo mengalami sakit dibagian dada, dia mengira sakit benjolan yang dia alami hanyalah kecetit. Seiring berjalannya waktu sakitnya semakin parah hingga mengalami kelumpuhan dan hanya berbaring di tempat tidur sejak Januari 2021 lalu.
“Saya tidak bisa bergerak soalnya ada benjolan di dada sebelah kanan. Ya alhamdulillah warga sekitar masih peduli dan memberikan bantuan ke saya. Saya tidak bisa apa-apa. Selama ini dirawat anak-anak, tetapi kalau mereka berdua pergi bermain, kalau saya sedang haus ya tidak bisa minum, sedang lapar juga tidak bisa makan menunggu anak-anak pulang bermain,” papar Siswoyo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Sedangkan Ilham selain menjadi tulang punggung juga terpaksa berhenti sekolah. Dia seharusnya saat ini menjadi pelajar kelas 4 sekolah dasar. Tetapi karena menjadi tulang punggung keluarga dia harus berhenti bersekolah. Adiknya, yakni Rizky juga terpaksa tidak melanjutkan sekolah Taman Kanak-kanak.
Sebagai tulang punggung keluarga, bocah yang memiliki cita-cita menjadi polisi ini bekerja berjualan nasi kuning dan mainan. Nasi kuning itu produksi orang lain, Ilham hanya membantu berjualan saja. Hasil dari dia berjualan seutuhnya untuk keluarga. Untuk merawat ayahnya yang sedang sakit dan adiknya yang ada di rumah.
“Saya kalau sekolah harusnya kelas 4 SD, saya putus sekolah karena tidak punya biaya. Akhirnya saya jualan mainan dan nasi kuning buat merawat bapak sama adik. Biasanya setelah jualan, uangnya saya kasihkan ke bapak. Ya kadang untuk beli makan atau kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak buat beli popok. Kadang kalau bapak mau ke kamar mandi, ya saya yang bantu pakai kursi roda,” papar Ilham.
Setelah kabar kondisi Siswoyo viral. Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto mengevakuasi Siswoyo dengan membawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Melalui Bhabinkamtibmas Tlogomas, Bripka Triyono Wahyu Bintoro Jumat, (20/8/2021) malam kemarin.
“Kita evakuasi atas perintah bapak Kapolresta. Siswoyo kini di RSSA, kalau kedua anaknya sudah dibawa ke panti asuhan. Keluarga besar sudah mendampingi, dan kami minta jangan ditinggal. Allhamdulilah kondisinya sudah membaik makannya sudah lahap,” tandas Triyono. (luc/ted)






