Lamongan (beritajatim.com) – Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi serta Pelatihan Berdasarkan Klaster Kompetensi Tahun 2023, di Aula BLK Lamongan, Jalan Jaksa Agung Soeprapto Nomor 63A, Lamongan.
Pelatihan ini digelar untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya generasi muda potensial di Lamongan. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Program pendidikan dan pelatihan yang diikuti oleh 80 peserta ini membuka lima kelas yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Mulai dari pelatihan menjahit pakaian dewasa, servis sepeda motor injeksi, tata rias pengantin, teknik pendingin AC, hingga operator ekskavator.
“Sangat luar biasa, ada lima program pelatihan di BLK ini. Saya yakin setelah mengikuti pelatihan ini bisa digunakan secara mandiri, termasuk kenapa saya meminta untuk dilaksanakan pelatihan ekskavator ini, karena banyak permintaan di Kabupaten Lamongan yang tidak bisa kita penuhi,” kata Yuhronur, ditulis Rabu (17/5/2023).
“Untuk itu, melalui pelatihan ekskavator ini pasti akan bisa memenuhi permintaan pasar, khususnya di pemakaian alat-alat berat. Begitu juga dengan pelatihan servis motor, perbaikan AC, menjahit, dan tata rias,” imbuhnya.
Yuhronur berharap, nantinya para peserta memiliki bekal dan skill yang dapat dikembangkan, baik untuk mencari pekerjaan maupun membuka usahanya sendiri.
Baca Juga:
Peringatan HKB 2023 di Lamongan, Ini Kata Menko PMK dan BNPB Soal Kesiapsiagaan Bencana
“Saya berpesan, mari kuasai sampai terampil jangan setengah-setengah. Manfaatkan pelatihan ini dengan maksimal. Untuk para mentor tolong berikan seluruh ilmunya agar peserta menjadi lulusan handal,” tuturnya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Lamongan, Agus Cahyono membenarkan bahwa kegiatan yang bekerjasama dengan BLK Sidoarjo ini diikuti oleh 80 peserta. Para peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Pelatihan ini terbagi dalam 5 (lima) jenis kelas pelatihan.
“Program pendidikan dan pelatihan tahun ini membuka lima paket pelatihan, meliputi pelatihan menjahit pakaian dewasa, service sepeda motor injeksi, tata rias pengantin, teknik pendingin AC dan ekskavator yang diikuti 80 peserta yang berasal dari masyarakat Kabupaten Lamongan,” tandasnya.
Sementara itu, Andrian Dwi, salah satu peserta program pelatihan ekskavator mengaku senang dan sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Pasalnya, ia saat ini bisa memiliki skill baru di bidang alat berat. Ia menyebut, bakal memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
“Selama 12 hari pelatihan ini, saya akan memanfaatkan sebaik-baiknya. Karena jarang sekali bisa mendapatkan ilmu seperti ini di luar sana dan gratis,” ujar pemuda yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di perguruan tinggi itu.
Hal senada juga diungkapkan Iis Anatus Sholihah, perempuan asal Kedungpring yang mengikuti program pelatihan tata rias pengantin ini menyampaikan keinginanya untuk membuka jasa tata rias dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang sekitarnya.
“Merias sudah jadi hobi saya, tapi selama ini masih sekadar tata rias acara Agustusan. Dengan mengikuti pelatihan tata rias pengantin ini kemampuan saya di bidang MUA (Make Up Artist) semakin meningkat dan ke depannya bahkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang-orang sekitar,” pungkasnya. [riq/beq]






