Lamongan (beritajatim.com) – Puncak Acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2023 digelar di Kabupaten Lamongan, Selasa (16/5/2023). Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi dan pelatihan kesiapsiagaan di 7 kabupaten dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa sebenarnya peringatan HKB ini jatuh pada tanggal 26 April. Hal itu sesuai dengan ketetapan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.
Menurut Suharyanto, UU tersebut merupakan regulasi yang mendasari tentang penanggulangan bencana, yang mana pada tahun 2018 lalu Presiden RI Joko Widodo pun menegaskan penetapan itu.
“Aspek pencegahan bencana ini sangat penting dilakukan oleh semua pihak melalui penyiapan kesiapsiagaan. Siap siaga bencana ini tidak dilakukan hanya sekali seumur hidup, namun dilakukan sampai seumur hidup. Karena bencana adalah kejadian berulang, apabila pernah terjadi maka berpotensi akan terulang kembali,” kata Suharyanto, di Pendopo Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (16/5).
Suharyanto juga menyebut bahwa Puncak Acara HKB 2023 ini digelar serentak dan diikuti 7 kabupaten dari Jatim dan Jateng, serta melibatkan 2.950 warga atau 1.475 KK.
“Iya. Ada pelatihan evakuasi di 28 desa, termasuk objek-objek ketangguhan, di 7 kabupaten, meliputi Sragen, Ngawi, Bojonegoro, Blora, Tuban, Lamongan dan Gresik. Jika tahun 2022 lalu dilakukan di wilayah gunung, maka tahun ini digelar di wilayah sungai,” bebernya.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/peringatan-hkb-2023-di-lamongan-ini-kata-menko-pmk-dan-bnpb-soal-kesiapsiagaan-bencana/
Suharyanto berharap, melalui acara pelatihan ini dampak atau resiko yang dilibatkan oleh bencana ini bisa diminimalisir. Selain itu, kesiapsiagaan pun bisa terus meningkat. “Harapannya sesuai tema puncak HKB, yakni tingkatkan ketangguhan desa, kurangi resiko bencana,” tandasnya.
Dalam kesempatan sama, Sekda Pemprov Jatim, Adi Karyono yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang tidak bisa hadir karena ada agenda misi dagang di Hongkong, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BNPB atas dipilihnya Lamongan sebagai lokasi puncak HKB 2023.
“Terimakasih atas perhatiannya, karena BNPB telah menunjuk wilayah kami, khususnya Lamongan sebagai lokasi puncak HKB, yang mana Lamongan juga menjadi prioritas kami yang setiap tahun terkena air limpahan dari DAS Bengawan Solo,” ujar Adi.
Adi Karyono juga menjelaskan bahwa Indeks Risiko Bencana Jatim terus menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2022 menjadi 108,69 turun 8,57 poin dari 2021 yang sebesar 117,26 dan masuk di kelas sedang. Capaian itu selain mampu memenuhi target RKPD 2022 di rentang 117,26 – 116,26, juga lebih baik dari Indeks Risiko Bencana Nasional yang berada di angka 135,56.
“Penurunan Indeks Risiko Bencana dari tahun ke tahun menandakan bahwa Pemprov Jatim semakin serius dalam menanggulangi bencana. Keseriusan ini sejalan dengan upaya perubahan paradigma penanggulangan bencana di tingkat global, yakni dari upaya responsif saat terjadinya bencana, ke upaya preventif yang lebih menitikberatkan pencegahan dan pengelolaan risiko bencana,” paparnya.
Bahkan, sambung Adi, Pemprov Jatim terus memaksimalkan dan memperbaiki mekanisme sekaligus SOP penanggulangan bencana.
“Kami akan terus berjuang dan melakukan mitigasi agar Jatim menjadi wilayah yang tangguh. Pemetaan resiko bencana yang dilakukan meliputi peningkatan kapasitas aparatur, membangun kesadaran kolektif, membangun jejaring komunikasi sampai ke level desa dan terus bersinergi dengan pihak-pihak terkait,” tandasnya.[riq/ted]






