Ringkasan Berita:
- Blitar dan Tasikmalaya menandatangani kerja sama pasokan telur ayam ras.
- Blitar siap mengirim sekitar 1,8 ton telur per hari ke Tasikmalaya.
- Pasokan digunakan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menjaga stabilitas harga pangan.
- Kerja sama juga mencakup penguatan distribusi, pertukaran data, dan koordinasi pengendalian inflasi.
Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Blitar dan Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi menjalin Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kerja sama tersebut, Blitar berkomitmen memasok sedikitnya 1,8 ton telur ayam ras setiap hari ke Kota Tasikmalaya.
Kesepakatan itu dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dan Bupati Blitar, Rijanto, di Aula Utama Kantor Balai Kota Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026).
Kerja sama tersebut lahir dari kebutuhan Kota Tasikmalaya yang masih bergantung pada pasokan telur dari luar daerah. Di sisi lain, Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur ayam ras terbesar di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi melimpah.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan kolaborasi antardaerah menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan gejolak harga kebutuhan pokok.
“Kami menginisiasi PKS ini berdasarkan kebutuhan mendesak untuk memperkokoh ketahanan pangan dan menekan fluktuasi harga. Tasikmalaya memerlukan pasokan sekitar 224 ton telur ayam setiap bulannya, terutama untuk mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis. Kerja sama ini memastikan jalur distribusi berjalan lancar dan harga tetap stabil,” ujarnya.
Menurut Viman, kepastian pasokan menjadi faktor penting agar kebutuhan masyarakat maupun program pemerintah dapat berjalan tanpa gangguan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pangan bergizi.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Blitar Rijanto menegaskan kesiapan daerahnya untuk menjadi mitra strategis dalam memasok kebutuhan telur bagi Kota Tasikmalaya.
“Kami siap menyalurkan kebutuhan telur secara rutin. Direncanakan pengiriman dilakukan setiap hari sebanyak satu hingga dua rit truk, atau setara dengan 1,8 ton telur per hari. Ini adalah kontribusi nyata Blitar dalam mendukung stabilitas pangan antardaerah dan nasional,” tegas Rijanto.
Selain menjamin pasokan telur, kerja sama tersebut juga mencakup sejumlah aspek lain yang berkaitan dengan penguatan sistem pangan dan pengendalian inflasi daerah.
Beberapa ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi pertukaran data dan informasi agribisnis secara real-time, koordinasi distribusi logistik pangan, serta peningkatan kapasitas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di kedua wilayah.
Kolaborasi ini dinilai memiliki momentum yang tepat di tengah upaya menjaga stabilitas harga pangan. Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, inflasi tahunan atau year-on-year Kota Tasikmalaya hingga akhir Mei 2026 berada pada level 2,82 persen.
Meski masih berada dalam rentang yang terkendali dan sesuai target nasional, penguatan distribusi pangan melalui kerja sama antardaerah diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah dari potensi gejolak harga komoditas pangan.
Sinergi antara Blitar dan Tasikmalaya tersebut juga diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan untuk mendukung program strategis nasional sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.
Prosesi penandatanganan kerja sama turut disaksikan sejumlah pejabat dari kedua daerah, di antaranya Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriyadi, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Rully Wahyu Prasetyowanto, serta perwakilan koperasi peternak ayam dari Kabupaten Blitar. [owi/beq]






