Blitar (beritajatim.com) – Sejak berpuluh-puluh tahun lamanya, sektor peternakan ayam petelur di Kabupaten Blitar menjadi penopang pangan di Jawa Timur dan Nasional. Saat ini Kabupaten Blitar menduduki posisi pertama sebagai daerah penghasil telur ayam di Jawa Timur.
Diposisi nasional, Kabupaten Blitar memiliki andil besar dalam pemenuhan kebutuhan telur. Pasalnya Bumi Penataran (julukan Kabupaten Blitar) memang memasok 30 persen kebutuhan telur nasional.
“Saat ini untuk populasi ayam petelur sudah hampir mencapai 17 juta, intinya kalau kebutuhan telur untuk Kabupaten Blitar sendiri cukup dan kami harus berpikir untuk daerah lain serta nasional,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Eko Susanto, Sabtu (2/11/2024).
Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar per bulan September 2024 ini, jumlah populasi ayam petelur mencapai 16.647.723 ekor. Sementara produksi telur ayam di Kabupaten Blitar pun mencapai 141.027,4 ton per tahun.
Dengan kondisi tersebut, membuat Kabupaten Blitar menduduki posisi pertama penyumbang telur untuk Jawa Timur. Kabupaten Blitar masih jauh unggul dengan wilayah sekitar yakni Kediri dan Malang.
“Jadi tantangan kita harus terus melakukan pendampingan ke peternak akses pasar itu yang jadi tantangan dan tugas dari pemerintah harus wajib memberikan peningkatan sumber daya manusia dan memberikan akses pasar,” tegasnya.
Adanya program makan siang dari Presiden Prabowo juga disambut positif oleh peternak. Para peternak berharap, program makan bergizi ini bisa menyerap produksi telur di wilayah Blitar Raya. Sehingga stabilitas harga telur bisa terjadi.
“Kemungkinan juga akan berdampak positif bagi para peternakan ayam petelur maupun pedaging,” kata Suryono, Ketua Koperasi Ultra Blitar.
Selama ini para peternak di Blitar raya selalu mengeluhkan fluktuasi harga telur. Hal itu terjadi karena tidak adanya kestabilan permintaan telur di pasaran.
Diharapkan dengan ada program makan bergizi ini, harga telur di tingkat pedagang bisa stabil. Tidak seperti saat ini, di mana harga telur masih relatif rendah dan terus terjadi fluktuasi.
“Dan moga aja ini bisa jadi momentum kebangkitan teman-teman Peternak rakyat karena selama pandemi sangat terpuruk,” bebernya. (owi/ian)






