Gresik (beritajatim.com) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mengapresiasi Pemkab Gresik yang masif menurunkan stunting. Atas keberhasilan itu, pemerintah daerah tersebut mendapat anugerah Manggala Karya Kencana yang berlangsung di kantor Gubernur Sumatera Selatan, Rabu (5/07/2023).
Ketua TP-PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani menuturkan, ini merupakan penghargaan tertinggi dari pemeriksaan pusat melalui BKKBN terkait dengan komitmen pembangunan keluarga kependudukan, dan keluarga berencana.
“Syukur alhamdulillah kita (TP-PKK) sebagai mitra pemerintah daerah Gresik mendapatkan penghargaan tertinggi dari BKKBN. Hal ini merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya penurunan stunting di Gresik,” tuturnya, Rabu (5/7/2023).
Ia menambahkan, atas keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berkolaborasi menyiapkan kualitas keluarga, khususnya mempersiapkan generasi berkualitas.
“Seperti diketahui kasus stunting di Kabupaten Gresik sempat mencapai 23 persen dari jumlah penduduk 1,3 juta jiwa di tahun 2021. Berkat kerja keras serta kolaborasi dengan stakeholder lain. Kasus stunting akhirnya bisa ditekan 10 persen di tahun 2022,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemkab Gresik Siapkan Dana Rp 929 Juta Buat Beli Hewan Kurban
Alumni Fikom Unair itu menuturkan, keberhasilan itu semua terkait penurunan stunting juga dukungan dari masyarakat Gresik.
“Kami aktif turun ke masyarakat untuk memberikan pendampingan dan edukasi. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dan mendukung atas pendampingan kami lakukan,” tuturnya.
Seperti diketahui kasus stunting sempat menjadi problema di Kabupaten Gresik. Kondisi ini berbanding terbalik mengingat daerah ini merupakan kawasan industri serta menjadi pilihan investor untuk menanamkan usahanya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”stunting”]
Berkaca dari itu, TP PKK Kabupaten Gresik melakukan inventarisasi ke sejumlah desa. Tim tersebut blusukan ke desa-desa melakukan edukasi serta pendampingan bagaimana membangun keluarga yang sehat.
“Kami bekerja tidak sendiri melainkan berkolaborasi. Melalui strategi ini untuk meminimalisir supaya kasus stunting tidak muncul lagi,” pungkas Nurul Haromaini. (dny/ted)






