Yogyakarta (beritajatim.com) – Atmosfer panas dan penuh gengsi siap mewarnai partai leg pertama final Pro Futsal League (PFL) 2024/2025 yang akan mempertemukan dua raksasa futsal Indonesia, Bintang Timur Surabaya (BTS) dan Black Steel Papua, malam ini di GOR Among Rogo, Yogyakarta. Pertandingan ini menjadi penentu awal dalam perebutan gelar juara musim ini yang menggunakan format dua leg.
Bintang Timur Surabaya datang dengan status sebagai juara bertahan, membawa semangat untuk kembali mengukir sejarah. Di bawah arahan pelatih berpengalaman, BTS tampil konsisten sepanjang musim dan sukses menembus partai puncak setelah mengalahkan Unggul FC Malang pada babak Final Four. Tim asal Surabaya tersebut dikenal dengan gaya bermain cepat dan kolektif, serta memiliki barisan pemain nasional yang solid.
Di sisi lain, Black Steel Papua bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim ini menunjukkan performa luar biasa sepanjang kompetisi dan berhasil mengalahkan tim kuat Fafage Banua Banjarmasin di semifinal. Bermodalkan semangat juang tinggi dan kemampuan individu pemain yang mumpuni, Black Steel ingin mengulang kejayaan mereka dan merebut kembali trofi yang terakhir kali mereka menangkan pada 2016.
Final PFL musim ini menggunakan sistem dua leg, yang keduanya digelar di lokasi netral, yaitu GOR Among Rogo, Yogyakarta. Leg pertama berlangsung Jumat malam ini pukul 19.00 WIB, sementara leg kedua dijadwalkan pada Minggu, 27 Juli 2025. Hasil di leg pertama akan menjadi penentu strategi kedua tim dalam pertandingan penutup dua hari kemudian.
Sebelum partai final, penonton juga disuguhi laga perebutan tempat ketiga yang tak kalah menarik. Tim debutan tangguh Unggul FC Malang akan berhadapan dengan Fafage Banua pada pukul 16.00 WIB. Kedua tim tentu ingin mengakhiri musim dengan hasil positif dan mengamankan posisi tiga besar di klasemen akhir.
PFL 2024/2025 mendapat banyak apresiasi karena peningkatan dari segi penyelenggaraan. Mulai dari penggunaan lantai interlock standar internasional, yang memberikan kenyamanan dan keamanan lebih baik bagi pemain, hingga kebijakan mendatangkan wasit asing untuk meningkatkan objektivitas dan kualitas pengambilan keputusan di laga-laga penting.
Tidak hanya itu, lokasi pertandingan di Yogyakarta juga memberikan nuansa tersendiri. GOR Among Rogo dipenuhi oleh suporter dari berbagai daerah yang hadir untuk memberikan dukungan langsung. Kehadiran penonton yang antusias semakin menambah semarak dan daya tarik kompetisi ini.
Bagi yang tidak bisa hadir langsung, seluruh rangkaian pertandingan final, termasuk perebutan tempat ketiga, bisa disaksikan secara live streaming melalui platform RCTI+. Penayangan digital ini membuka akses yang luas bagi pecinta futsal di seluruh Indonesia untuk mengikuti jalannya laga secara real-time.
Pertandingan antara BTS dan Black Steel diprediksi akan berlangsung ketat dan emosional. Kedua tim memiliki sejarah kuat di kancah futsal nasional dan akan berjuang habis-habisan untuk merebut gelar juara musim ini. Siapa yang akan mengangkat trofi? Semua akan terjawab dalam dua laga panas final PFL 2025.[aga/beq]






