Ponorogo (Beritajatim.com) – Suasana haru menyelimuti Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Ponorogo pada beberapa hari lalu. Tobari, seorang lanjut usia (lansia) asal Desa Ciluk, Kecamatan Kauman, akhirnya bisa kembali ke keluarganya setelah hampir setengah abad tinggal di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Kepulangan kakek berusia 71 tahun itu, merupakan hasil kerjasama antara Dinsos PPPA Ponorogo, Dinas Sosial Kabupaten Siak, serta salah satu Lembaga Zakat di Ponorogo. Rio Anam Putra, pejabat fungsional anak dan lansia di Dinsos Kabupaten Siak, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan dari masyarakat setempat mengenai keberadaan Tobari yang terlantar di Siak.
“Kami menerima laporan dari pihak kampung bahwa ada seorang pria lansia yang terlantar. Setelah kami telusuri, pria tersebut adalah Tobari,” ujar Rio, ditulis Senin (07/10/2024).
Rio dan tim Dinsos Siak kemudian membawa Tobari ke shelter untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Meskipun Tobari menderita katarak yang memengaruhi penglihatannya, daya ingatnya masih cukup baik untuk mengingat nama-nama anggota keluarganya.
“Kami lakukan assesment, dan didapati bahwa Tobari masih bisa mengingat keluarganya, meskipun kondisi matanya cukup parah,” kata Rio.
Berdasarkan informasi tersebut, tim Dinsos Siak menelusuri keberadaan keluarga Tobari dan menemukan bahwa mereka tinggal di Ponorogo. Rio pun segera menghubungi Dinsos PPPA Ponorogo untuk melakukan verifikasi. Setelah dilakukan pengecekan oleh Pemerintah Desa Ciluk, Kecamatan Kauman, ternyata benar bahwa Tobari merupakan salah satu warga yang telah merantau ke Riau selama puluhan tahun.
Sementara itu, Supriadi, Kepala Dinas Sosial PPPA Ponorogo, menjelaskan bahwa kerjasama antara Dinsos P3A Ponorogo, Dinsos Siak, dan Lembaga Zakat Ponorogo berjalan lancar. Akhirnya Tobari dapat bertemu dengan keluarganya.
“Ini adalah bukti nyata sinergi yang baik antarinstansi. Kami sangat bersyukur Tobari bisa kembali ke keluarganya setelah sekian lama,” kata Supriadi.
Tobari, kata Supriadi akan tinggal bersama adiknya, Sopiyah, di Ponorogo. Selain itu, Dinsos PPPA Ponorogo juga akan berusaha membantu Tobari untuk mendapatkan program operasi gratis guna mengatasi masalah kataraknya.
“Kami akan berupaya mencarikan program operasi katarak gratis agar kesehatan matanya bisa kembali pulih,” tutup Supriadi. [end/but]






