Banyuwangi (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng melakukan program kunjungan ke Banyuwangi. Dalam kegiatan itu, KONI Kabupaten Buleleng menyatakan memilih KONI Banyuwangi karena berbagai hal.
Salah satunya memiliki prestasi pembinaan, pengembangan organisasi dan terkait pembagian anggaran juga baik.
Mengenai anggaran, Ketua KONI Kabupaten Buleleng Ketua Wiratmaja menyebut pihaknya mendapatkan anggaran yang cukup besar. Bahkan dari anggaran itu menumbuhkan perkembangan prestasi yang baik bagi cabor dan atlet di daerahnya.
“Pada tahun 2022 mendapatkan alokasi dana Porprov Bali sebesar Rp. 18 milyar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Adapun pretasi yang diraih mampu menduduki peringkat 3 dalam perolehan medali dari 9 (sembilan) Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bali,” ungkap Ketut Wiratmaja, Minggu (25/12/2022).
Kondisi itu jelas berbanding terbalik dengan anggaran yang diterima oleh KONI Banyuwangi. Pasalnya, kota di ujung timur Pulau Jawa ini hanya mendapat kucuran anggaran Rp 4 Milyar.
“Alokasi anggaran KONI Banyuwangi dengan Buleleng sebenarnya bukan bandingan Banyuwangi. Kami berharap ke depan agar paling tidak mendapatkan alokasi dana pembinaan yang memadai. Kita juga berharap pemerintah dengan masukan dari anggota dewan yang melakukan studi banding ke daerah lain lebih memahami kondisi yang ada,” katanya.
Di samping itu, Mukayin mengatakan selama ini pihaknya memberikan pengajuan yang sesuai dengan kondisi di tubuh organisasi. Namun, hasilnya diserahkan dengan keputusan pemerintah daerah. Meski dengan anggaran yang ada, pihaknya berusaha untuk menunjukkan prestasi yang terbaik.
“Yang jelas KONI mengajukan permohonan proposal itu riil dan tidak mengada-ada serta apabila ternyata di setujui nilai tidak sesuai tetap disyukuri dan dikelola sesuai dengan aturan yang ada. Faktanya sampai hari ini walaupun anggaran terbatas namun prestasi Banyuwangi tidak pernah terpuruk,” pungkas Mukayin. (rin/kun)






