Gresik (beritajatim.com) – Industri komponen kendaraan bermotor yang beroperasi di Kabupaten Gresik, PT Indospring Tbk, memiliki cara tersendiri dalam menghadapi tantangan global pada tahun 2026. Perusahaan dengan kode emiten INDS itu telah menyusun strategi jangka menengah maupun jangka panjang.
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, mengatakan pada tahun ini perusahaannya akan lebih agresif mencari pelanggan di pasar ekspor, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Asia Tengah seperti Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Uzbekistan, serta memperkuat jaringan distribusi di Australia dan Amerika Serikat.
“Pasar di Timur Tengah dan Asia Tengah diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan pendapatan,” katanya, Kamis (29/1/2026).
Lebih lanjut Bob Budiono menuturkan, saat ini segmen pendapatan perseroan berasal dari tiga pasar, yakni pasar OEM (Original Equipment Manufacturer) domestik, after market (replacement spare part), dan pasar ekspor.
“Tahun lalu menjadi tantangan bagi kami, terutama pasar domestik OEM, dengan penurunan produksi kendaraan bermotor roda empat secara nasional. Semula tahun 2024 mencapai 866 ribu unit, turun menjadi 804 ribu unit pada 2025,” tuturnya.
Di tengah lesunya sektor otomotif dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir, lanjut dia, perusahaannya mengupayakan sejumlah langkah efisiensi biaya produksi, di antaranya elektrifikasi proses pemanasan, penggunaan forklift listrik, serta proses pengecatan menggunakan teknologi.
Sejak beroperasi di Gresik 47 tahun lalu, perusahaan ini memiliki empat pabrik spring, dua pabrik komponen rem, dan satu pabrik baut (fastener). Kapasitas produksi per tahun masing-masing produk sebesar 144 ribu ton pegas daun, 6.600 ton pegas keong panas, dan 4.200 ton pegas keong dingin, serta 5.400 ton stabilizer bar, 6.600 set komponen rem kendaraan bermotor, dan 3.600 ton baut.
Tahun lalu, perusahaan dengan kode emiten INDS ini membukukan penjualan bersih pada kuartal III-2025 sebesar Rp 2,46 triliun, atau naik 2 persen dibandingkan pencapaian kuartal III-2024, yang ditopang oleh kenaikan pasar ekspor.
Pencapaian laba bruto pada kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp 347 miliar, atau naik 12 persen dari pencapaian kuartal III-2024 sebesar Rp 309 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan pada kuartal III-2025 mencapai Rp 71 miliar, atau meningkat sebesar Rp 9 miliar dibandingkan kuartal III-2024. (dny/kun)






