Kediri (beritajatim.com) – Kepengurusan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kabupaten Kediri periode 2026-2030 resmi dikukuhkan di Panjalu Padel Club. Momentum ini menandai langkah awal yang strategis dalam mendorong kemajuan olahraga padel, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Kediri sebagai pusat sport tourism unggulan di Jawa Timur.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas terbentuknya kepengurusan yang dilantik oleh PBPI Provinsi Jawa Timur ini. Beliau berharap cabang olahraga baru ini dapat segera mencetak prestasi di berbagai level.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan PBPI Kabupaten Kediri periode 2026-2030. Semoga ke depannya makin sukses dan bisa melahirkan atlet-atlet yang berbakat, atlet-atlet yang berprestasi mewakili Kabupaten Kediri, mewakili Jawa Timur dan syukur-syukur InsyaAllah bisa mewakili Indonesia di kancah internasional,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hakim menegaskan bahwa KONI siap berkolaborasi erat dalam pembinaan atlet demi menyukseskan agenda besar daerah, terutama rencana Kediri Raya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2029.
“Kita Kabupaten Kediri siap berkolaborasi. InsyaAllah nanti mensukseskan Porprov 2029 di Kediri Raya. InsyaAllah dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Kediri sangat luar biasa untuk olahraga. Makanya kedepannya kita bisa dipercaya menjadi tuan rumah untuk beberapa event Jawa Timur, InsyaAllah siap,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua PBPI Kabupaten Kediri, Lengkung Kusumo, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah pijakan awal dari visi besar menjadikan Kediri sebagai salah satu episentrum olahraga padel di Jawa Timur. Ia memandang padel bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah industri yang mampu menggerakkan sektor pariwisata.
“Saya berharap hari ini bukan hanya sekadar pelantikan organisasi olahraga, namun hari ini adalah bicara sebuah Kabupaten Kediri siap menjadi tuan rumah, salah satu pusat perhelatan olahraga Padel di Jawa Timur,” ujar Lengkung.
Menurutnya, potensi padel sangat besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata olahraga, khususnya di wilayah Mataraman. Pihaknya berambisi menggelar berbagai turnamen skala regional maupun nasional di Bumi Panjalu.
“Karena padel memiliki potensi besar, menjadikan tempat ini sebagai pusat sport tourism khususnya di wilayah Mataraman, Jawa Timur dan sekitarnya. Kami ingin melahirkan turnamen regional dan nasional,” jelasnya.
Ketua PBPI Jawa Timur, Rudie Risdianto, turut mengapresiasi tren positif pertumbuhan padel yang mulai merambah tingkat kabupaten. Sebagai cabang olahraga baru, ia mengingatkan pentingnya sosialisasi masif ke berbagai instansi.
“Kita ini cabor baru, tentunya untuk sosialisasi ini benar-benar harus jalan, juga sekolah-sekolah, instansi, dinas, dan yang lain-lain. Sehingga semua bisa mengenal padel. Ini kesempatan untuk menyiapkan atlet sejak dini,” ungkap Rudie.
Menutup rangkaian acara, Lengkung Kusumo mengajak seluruh pengurus untuk bergerak aktif membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif. Ia berkomitmen agar Kabupaten Kediri tidak hanya menjadi penyelenggara, tetapi juga mencetak prestasi gemilang.
“Mari kita jadikan PBPI sebagai organisasi yang menjalankan prestasi, membangun ekosistem keolahragaan yang sehat dan mengangkat nama Kabupaten Kediri di kancah nasional. Kediri tidak boleh hanya menjadi penonton kegiatan olahraga saja, Kediri harus menjadi pemain utama,” tandasnya. [nm/kun]






