Sidoarjo (beritajatim.com) — Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Salah satu inisiatif nyata ditunjukkan oleh jajaran Polsek di bawah naungan Polresta Sidoarjo Polda Jatim melalui pendampingan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B).
Bhabinkamtibmas Desa Gelam, Aiptu Basuki Setiawan, menjadi garda terdepan dalam mengawal program tersebut di wilayah binaannya. Pada Minggu (18/5/2025), ia melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan P2B berbasis hidroponik yang berlokasi di pekarangan Tanah Kas Desa (TKD) Gelam, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan ini berjalan di bawah koordinasi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Segar”, yang dipimpin oleh Ibu Sri Astutikningsih dan berlokasi di RT 03 RW 01 Desa Gelam. Aiptu Basuki tak sekadar hadir untuk mengawasi, tetapi juga memberikan motivasi dan dorongan moral kepada warga.
“Program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Kami harap masyarakat bisa terlibat aktif dan merasakan langsung manfaatnya,” ujar Aiptu Basuki.
Sistem hidroponik yang diterapkan dalam program ini memanfaatkan empat instalasi hidroponik. Masing-masing instalasi terdiri dari lima paralon, dan setiap paralon dilengkapi dengan sepuluh lubang netpot sebagai media tanam. Sayuran yang dibudidayakan adalah sawi pakchoy, yang memiliki nilai gizi tinggi dan cocok untuk konsumsi harian.
Ketua KWT Segar, Ibu Sri Astutikningsih, menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan warga, terutama kaum ibu, dalam mendukung program ini.
“Kami para ibu-ibu sangat senang bisa terlibat langsung dalam budidaya hidroponik ini. Selain menambah keterampilan, hasilnya juga bisa kami manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berharap ke depan program ini bisa diperluas dan melibatkan lebih banyak warga,” terangnya.
Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung kelangsungan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin penguatan ketahanan pangan. Diharapkan, kegiatan seperti ini mampu mendorong terciptanya desa yang mandiri dan tangguh dalam sektor pangan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. [isa/suf]






