Mojokerto (beritajatim.com) – Kalau sedang berwisata ke Mojokerto tidak ada salahnya untuk mengunjungi sebuah tempat yang ada di dalam kawasan purbakala Trowulan yakni Pendopo Agung Trowulan. Tempat ini cukup menarik perhatian, karena berlokasi di area yang dianggap sakral oleh warga setempat.
Pendopo Agung Trowulan terletak di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan, Kecamatan Trowula, Kabupaten Mojokerto. Pendopo Agung Trowulan dibangun pada tahun 1964 sampai 1973 oleh Kodam-V Brawijaya. Bangunan ini konon berada di lokasi bekas Pendopo Agung Kerajaaan Majapahit.
Yakni merupakan tempat Maha Patih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Tepatnya di petilasan yang disebut Makam Panggung di area belakang Pendopo Agung. Sosok Maha Patih Gajah Mada juga diabadikan dalam bentuk patung di halaman Pendopo Agung. Ada patung Raden Wijaya tepat berada di depan Pendopo Agung.
Raden Wijaya merupakan Raja Kerajaan Majapahit yang memerintah pada tahun 1293-1309. Di area pendopo juga terdapat sil-silah raja Majapahit, namun kini ada wisata lain di Pendopo Agung Trowulan. Pengunjung bisa menghabiskan waktu sembari memberi makan rusa yang ada di halaman Pendopo Agung.
Sepasang rusa yang didatangkan dari Brigif 16 Kediri pada tahun 2018 lalu, kini sudah berkembang biak. Untuk bisa berinteraksi dengan rusa-rusa ini, pengunjung harus membawa makanan kesukaan mereka. Salah satunya sayuran kangkung. Pengelolaan Pendopo Agung sudah menyiapkan sayuran kangkung.
Dengan hanya membayar Rp2.000, pengunjung sudah mendapatkan satu ikat sayuran kangkung yang bisa diberikan kepada rusa yang ada di halaman depan Pendopo Agung sebelah kanan. Tak hanya rusa, di sebelah barat dari kandang rusa terdapat kolam ikan mas.
Di sini pengunjung juga bisa memberikan makan untuk ratusan ikan berwarna-warni tersebut. Ada dua gasebo yang dihubungkan dengan jembatan kecil diantara kolam ikan tersebut. Sehingga pengunjung bisa memberi makan ikan sembari bercengkerama bersama keluarga di gasebo tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Tak hanya rusa dan ikan mas, di halaman dalam sebelah selatan juga terdapat kandang berukuran besar. Beberapa jenis burung menjadi penghuni di kandang tersebut. Selain itu, kadang juga ada pencinta reptil khususnya ular membawa ular mereka untuk dikomersilkan dengan cara menawarkan pengunjung untuk berswa foto bersama ular-ular tersebut.
Salah satu pengunjung, Fitria Sutrisni (32) mengatakan, sengaja membawa dua anaknya mendatangi Pendopo Agung Trowulan untuk mengenalkan hewan mamalia pemamah biak (ruminan) tersebut. “Agar mereka dari kecil sudah mengenal dan sayang terhadap binatang,” ungkapnya, Sabtu (8/10/2022).
Meski ia merupakan warga Trowulan sendiri, namun dengan adanya rusa di Pendopo Agung Trowulan, pengenalam terhadap binatang tidak perlu jauh-jauh ke kebun binatang. Meski diakuinya jumlah binatang di Pendopo Agung Trowulan terbatas, namun juga bisa mengenalkan sejarah Majapahit.
“Wisata yang murah karena selain dekat rumah, juga bisa berwisata sejarah. Tempatnya juga luas, bisa memberi makan rusa, ada juga memberi makan ikan. Di dalam Pendopo Agung, anak-anak juga bisa bermain karena ada juga permainan. Yang jualan juga banyak, makanan, mainan,” ujarnya. [tin]







