Gresik (beritajatim.com)- PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri pertambangan nasional dengan mentransformasi operasionalnya di Gresik menjadi pusat hilirisasi strategis. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral melalui pembangunan ekosistem industri berbasis hilirisasi di dalam negeri. Atas dasar ini, smelter single line terbesar ini meraih beritajatim.com awards 2025 sebagai pendorong hilirisasi industri.
Smelter Freeport di Gresik yang terletak di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), kini telah memasuki fase operasional, dan siap mengolah konsentrat tembaga menjadi produk akhir seperti katoda tembaga.
Proyek yang diklaim sebagai smelter tembaga single line terbesar di dunia ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta ton konsentrat per tahun. Atas dasar ini, smelter single line terbesar ini
Manager Operation Smelting & Refining PT Freeport Indonesia (PTFI) Karel Pramono mengatakan, pembangunan fasilitas ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program hilirisasi nasional.
“Kami tidak hanya menambang, tapi juga memastikan hasil tambang memberikan nilai tambah maksimal bagi Indonesia,” katanya, Rabu (23/4/2025).
Masih menurut Karel, transformasi ini juga diyakini membawa dampak positif terhadap perekonomian lokal maupun nasional. Selain menyerap ribuan tenaga kerja, keberadaan pusat hilirisasi di Gresik diharapkan mampu menciptakan rantai industri turunan yang berdampak luas, mulai dari logam dasar hingga industri teknologi tinggi.
“Pembangunan smelter di KEK JIIPE ini
merupakan bagian penting dari mimpi besar Indonesia untuk menjadi pusat hilirisasi dunia,” paparnya.
Smelter single line terbesar ini mulai dibangun 2021 dan resmi beroperasi pada 27 Juni 2024 lalu. Total nilai investasi kumulatif untuk proyek smelter di JIIPE mencapai Rp 58 triliun.
Smelter tersebut mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi hingga 1,7 juta ton setelah beroperasi penuh. Serta produk katoda tembaga yang dihasilkan bisa mencapai 600.000 ton per tahun, menghasilkan 50 ton emas per tahun, dan 150-200 ton perak.
Freeport Indonesia juga mempunyai produk sampingan lainnya yaitu asam sulfat sebanyak 1,5 juta ton per tahun, terak tembaga sebanyak 1,3 juta ton per tahun, dan gipsum sebanyak 150 ribu ton per tahun.
Tak hanya itu, smelter itu juga mendorong lahirnya industri turunan katoda tembaga, seperti kabel hingga ekosistem kendaraan listrik (electrical vehicle/EV).
Keberadaan smelter ini merupakan smelter kedua yang dimiliki PTFI setelah smelter pertama telah dibangun PTFI bersama konsorsium Jepang pada 1996, yaitu PT Smelting.
PT Smelting yang telah dibangun sejak 1996 lalu memproduksikan 300.000 ton katoda tembaga dari hasil olahan sekitar 1 juta ton konsentrat tembaga per tahunnya. Dalam proses ekspansi atau peningkatan kapasitas naik menjadi 1,3 juta ton konsentrat tembaga.
Dengan beroperasinya smelter kedua PTFI dan ekspansi PT Smelting maka Freeport Indonesia akan mampu memurnikan konsentrat tembaga 3 juta ton per tahunnya.
Terkait dengan ini, Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa hilirisasi adalah strategi jangka panjang Indonesia untuk keluar dari ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.
“Freeport telah menunjukkan komitmennya perusahaan tambang mengkedepankan kedaulatan sumber daya mineral,” urainya.
Dengan dimulainya operasional smelter Freeport di Gresik, Indonesia tidak hanya memperkuat kemandirian industri pengolahan mineral, tetapi juga mengambil peran penting dalam rantai pasok global untuk logam strategis di era transisi energi.
Resepsi HUT ke-19 Beritajatim.com tidak akan terlaksana secara meriah tanpa keterlibatan sejumlah pihak, terutama para sponsor yang telah memberikan dukungan begitu besar. Untuk itu, Beritajatim.com menghaturkan ucapan terima kasih kepada:
1. PT. Semen Imasco Asiatic
2. Kominfo Jatim
3. Bumi Suksesindo
4. Pertamina EP Cepu JTB
5. PT. Petrogas Jatim Utama
6. Bank UMKM Jatim
7. Bank Jatim
8. ExxonMobil Cepu Limited
9. Pertamina EP Sukowati Field
10. Safe & Lock
11. PT INKA (Persero)
12. Djarum Foundation
13. HM Sampoerna
13. Pertamina EP Cepu Field
15. PHE WMO
16. PT Pelindo Multi Terminal
17. HCML
18. PHE TEJ
19. Pertamina EP Poleng Field
20. PT. Pelindo Marine Service
21. PT. SIER
22. PT. Gudang Garam
23. Prima Energi Bawean
24. Pertamina EP Cepu ADK
25. Medco Sampang
26. Medco Madura Offshore
27. Saka Indonesia Pangkah Limited
28. Kangean Energi Indonesia
29. Petronas Carigali Ketapang
30. Saka Energi Muriah Limited
31. JIIPE
32. Hayyu Clinic
33. DPD Ivendo Jatim
34. Flat Production
35. Rokins
36. Whize Luxe Spazio Hotel
37. Java Paragon
38. Fiesta / Charoen Pokphand
39. LNK Krimer
40. Jamoe Iboe
41. Itikminton
42. JatimPark
43. DNY Skincare
44. Bola Mas
45. Esbeeyee
46. Make Over
47. Enkai
48. Dishub Provinsi Jatim
49. Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Jatim
[dny/kun]






