Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa diantara kalian mungkin sering merasa kebingungan, mengapa gaji bulanan tiba-tiba ludes begitu saja. Padahal akhir bulan masih sangat lama, rasanya baru memegang uang sebentar, namun sudah habis entah kemana.
Tanpa kalian sadari, ternyata kalian banyak menghamburkan uang dengan gaya hidup konsumtif yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Pengeluaran yang kalian lakukan, bisa jadi lebih besar daripada pemasukan.
Tak hanya kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi, kebiasaan ini akan membuat kalian sulit menabung. Alhasil, hasil jerih payah kalian akan lari untuk hura-hura saja. Berikut ini adalah perilaku konsumtif yang merugikan diri sendiri dan harus segera dihindari.
1. Nongkrong
Hayo, siapa yang hampir setiap hari pergi nongkrong? Bahkan hingga larut malam? Bersosialisasi, mengobrol dan berdiskusi dengan kawan itu tidak ada salahnya. Namun, hal tersebut akan mejadi salah jika terlalu berlebihan dilakukan.
Harga segelas kopi memang hanya berharga Rp 20 ribu tapi, nilainya akan menjadi berkali-kali lipat jika dilakukan setiap hari. Selain itu, waktu untuk menongkrong akan lebih baik digunakan untuk beristirahat atau berkumpul bersama keluarga.
2. Sikap impulsif
Dengan teknologi di zaman sekarang, belanja memang lebih mudah. Ditambah lagi dengan harga barang-barang di toko online biasanya jauh lebih murah. Biasanya, saat sedang scroll-up toko online, secara tidak sadar dan tanpa pikir panjang kalian akan membeli barang-barang.
Padahal, bisa dibilang barang-barang tersebut tidak kalian butuhkan, namun demi memenuhi keinginan, kalian tetap membelinya. Kebiasaan ini selain boros juga bisa menumpuk barang tak berguna di rumah.
3. Tidak mengatur keuangan
Mengatur keuangan bulanan ternyata memiliki teknik tersendiri, contohnya seperti teknik 50:30:20. Yang mana 50% gaji untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau dana tambahan, dan 20% untuk tabungan.
Kalian bisa mencoba pembagian dengan presentasi yang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan penghasilan kalian. Jika kalian tidak mengatur secara rinci, pengeluaran bisa membeludak, antara belanja bulanan dan belanja keinginan menjadi tidak terkontrol. Akibatnya, uang tabungan menjadi 0.
4. Menggunakan uang tabungan
Godaan untuk mengambil uang tabungan ketika keuangan sedang tipis memang sulit dilawan. Namun, hal ini harus dilakukan. Sebab, ketika kita terbiasa mengambil tabungan, dana simpanan kita akan terus berkurang, bukannya bertambah. Tabungan berfungsi sebagai dana cadangan. Maka, hanya gunakan uang tersebut jika kondisinya benar-benar darurat.
Tanpa disadari, kalian mungkin adalah orang yang sering melakukan kebiasaan di atas. Jika terus dilakukan, maka tak hanya berakibat buruk di masa sekarang, namun juga berdampak bagi masa depan kalian. [mnd/tur]






