Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait memanfaatkan momentum serah terima jabatan bupati dan wakil bupati dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (6/3/2025), untuk mencurahkan isi hati alias curhat kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Berpidato tanpa teks, Fawait mengingatkan kembali sejumlah persoalan di Jember. “Angka absolut kemiskinan kami terbanyak kedua di Provinsi Jawa Timur. Itu masih bertahan dari 2019 sampai hari ini,” katanya.
Sementara di lain pihak, akses transportasi di Kabupaten Jember masih perlu diperbaiki. “Jember hari ini, tidak tersambung dengan jalan tol. Bandaranya juga belum beroperasi secara optimal, dan jalannya masih macet,” kata Fawait.
Jalan berlubang juga banyak ditemui di Jember. “Ini PR besar bagi kamim karena infrastruktur merupakan salah satu tools untuk membuat perekonomian di Jember lebih baik lagi, yang ujungnya adalah pengentasan kemiskinan,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.
Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jember memiliki keterbatasan untuk membangun keseluruhan, yakni sekitar Rp 4,6 triliun sebelum dilakukan efisiensi. “Kelihatan besar, tapi kalau dibagi dengan jumlah penduduk Jember yang kisarannya 2,6 sampai 2,7 juta jiwa, tentu APBD ini akan terlihat kecil,” kata Fawait.
“Maka kami berharap uluran tangan, belas kasihan dari Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, dari Ibu Gubernur. Mudah-mudahan semakin banyak dari APBD Provinsi Jawa Timur yang mengalir ke Kabupaten Jember,” kata Fawait tersenyum.
Namun di tengah keterbatasan itu, Fawait menegaskan komitmennya untuk menyinergikan pembangunan di Jember dengan pembangunan provinsi dan nasional.
“Kami merah putih, kami tegak lurus. Apa yang menjadi program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Jember akan ikut serta menyukseskan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Fawait.
Program pemerintah pusat yang harus segera dilaksanakan Pemkab Jember adalah efisiensi anggaran. “Efisiensi merupakan keniscayaan hari ini,” kata Fawait.
Fawait menegaskan, efisiensi tidak akan mempengaruhi belanja yang berkaitan langsung dengan masyarakat, terutama layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. “Paling (efisiensi) pengaruhnya sama kunjungan kerja dan lain sebagainya,” katanya.
Fawait ingin mewujudkan Indonesia Emas pada 2045. “Maka anggaran yang ada sekarang harus kita fokuskan untuk pembangunan-pembangunan atau belanja-belanja yang produktif. Itu bisa terjadi kalau ada iklim investasi yang kondusif. Iklim investasi yang kondusif tentu disebabkan kondisi politik yang kondusif,” katanya.
Berdasarkan pengalaman selama menjadi anggota DPRD Jawa Timur 2014-2024, Fawait ingin terjalin komunikasi yang baik antara eksekutif dengan legislatif. “Kami yakin ketika ada komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif, maka iklim politik pun akan baik. Itu akan berimbas kepada iklim investasi yang baik,” katanya.
Datangnya investor ke Jember, menurut Fawait, akan membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. “Pengangguran akan turun, dan kemiskinan juga akan turun,” kata alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini. [wir]







2 Komentar
Semoga Bandara Notohadinegoro Segera Aktif kembali , Sesuai Rencana Bapak Bupati Fawait , yakni jember – jakarta dan jember – denpasar bali demikian sebaliknya segera terealisasi .. Amiin
Semoga wilayah tapal kuda jatim timur tidak menjadi anak tiri lagi. Penerapan pembangunan dominan di wilayah yang berdekatan dengan surabaya. Semoga bu gubernur lebih adil makmur sentosa