Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menaruh harapan besar kepada penyerang anyar timnya, Ramadhan Sananta, untuk menjadi salah satu kekuatan utama Bajol Ijo pada kompetisi Super League 2026/2027.
Namun, pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa keberhasilan Sananta akan sangat bergantung pada kesiapan fisik dan mental sang pemain.
Tavares mengaku cukup mengenal karakter permainan Sananta. Keduanya pernah bekerja sama sebelumnya sehingga proses adaptasi diyakini tidak akan menjadi kendala besar. Meski demikian, ia menilai penyerang Timnas Indonesia tersebut masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan performanya.
“Dia memainkan banyak pertandingan di Malaysia, tetapi menurut pendapat saya, dia tidak memiliki angka (performa) yang terlalu bagus. Saya pikir Sananta bisa bermain lebih baik, dan kita berharap dia bisa melakukannya,” ujar Tavares, Kamis (18/6/2026).
Pernyataan tersebut merujuk pada perjalanan Sananta bersama klub Malaysia, DPMM FC, pada musim lalu. Meski mendapatkan kesempatan bermain cukup banyak, performa statistiknya dinilai belum sepenuhnya mencerminkan potensi yang dimiliki pemain asal Riau tersebut.
Menurut Tavares, salah satu nilai lebih yang dimiliki Sananta adalah fleksibilitas dalam bermain di beberapa posisi. Selama berkarier di Malaysia, Sananta tidak selalu dimainkan sebagai penyerang tengah, tetapi juga beberapa kali ditempatkan sebagai pemain sayap.
Kondisi itu justru dianggap sebagai keuntungan bagi Persebaya karena membuka lebih banyak opsi taktik di lini depan.
“Ini juga bisa menjadi posisi yang dapat kita latih bersamanya, mari kita lihat nanti,” tambah pelatih yang sukses membawa sejumlah pemain berkembang selama karier kepelatihannya tersebut.
Meski demikian, Tavares mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi Sananta di Indonesia tidak akan mudah. Menurutnya, persaingan di kompetisi domestik saat ini semakin ketat dengan kualitas pemain yang terus meningkat di berbagai klub.
Karena itu, ia menegaskan bahwa seluruh pemain harus datang ke musim baru dengan kondisi terbaik agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
“Dia adalah pemain lokal, pemain tim nasional. Seorang pemain yang saya percaya jika dia berada dalam kondisi fisik dan mentalitas yang baik, saya yakin Sananta bisa membantu kita,” tegas Tavares.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut juga menekankan pentingnya persaingan sehat di dalam skuad. Baginya, kehadiran pemain-pemain berkualitas akan menciptakan kompetisi internal yang pada akhirnya meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
“Sangat penting bagi semua pemain, baik pemain lokal maupun asing, untuk berada dalam kondisi yang baik, bekerja keras, dan menghadirkan persaingan di dalam skuad kita. Perekrutan ini menunjukkan kita mendapatkan satu pemain tim nasional lokal, dan kita berharap bisa membantu dia agar dia juga bisa membantu kita. Inilah target kita,” tandasnya.
Kehadiran Sananta menjadi bagian dari langkah Persebaya memperkuat skuad menjelang musim 2026/2027. Manajemen Bajol Ijo sebelumnya telah mendatangkan sejumlah pemain baru untuk meningkatkan kualitas tim dan menjaga persaingan di setiap lini.
Sebelum merantau ke Malaysia, Sananta dikenal sebagai salah satu penyerang lokal paling menjanjikan di Indonesia. Ia tampil impresif bersama Persis Solo selama dua musim dan berhasil menembus skuad utama Timnas Indonesia.
Kini, dengan dukungan penuh dari pelatih dan manajemen Persebaya, Sananta diharapkan mampu menemukan kembali performa terbaiknya. Jika mampu menjaga kondisi fisik, mental, serta konsistensi permainan, mantan striker Timnas Garuda itu berpeluang menjadi salah satu andalan utama Persebaya dalam persaingan papan atas Super League musim depan. (Way)






