Ringkasan Berita:
- Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai timnya belum berada pada kondisi terbaik menjelang Super League 2026/2027.
- Persebaya akan menjalani laga tandang pada 5 September 2026 sebagai pertandingan pembuka kompetisi.
- Tavares menuntut para pemain mencapai kesiapan hingga 200 persen karena 100 persen dinilai belum cukup.
- Uji coba pramusim dimanfaatkan untuk menguji kedalaman skuad dan kesiapan pemain dalam atmosfer pertandingan.
Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares meminta anak asuhnya bekerja lebih keras menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Ia menilai tim berjuluk Bajul Ijo tersebut masih belum mencapai kondisi ideal dan harus meningkatkan kesiapan sebelum menjalani laga tandang pada 5 September 2026.
Super League 2026/2027 dijadwalkan mulai bergulir pada 4 September 2026. Persebaya kemudian mengawali kompetisi dengan bertandang menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 September 2026.
Menghadapi pertandingan tersebut, Tavares menuntut kesiapan ekstra dari seluruh pemain. Bahkan, pelatih asal Portugal itu menggunakan angka 200 persen untuk menggambarkan tingkat kesiapan yang dibutuhkan Persebaya.
“Saat ini kami belum berada di angka 100 persen atau 200 persen, jadi kami harus terus bekerja. Pada tanggal 5 September nanti kami harus berada dalam kondisi 200 persen, karena 100 persen saja mungkin tidak cukup memberi kami peluang,” ujar Bernardo Tavares, Sabtu (15/8/2026).
Tuntutan tersebut berkaitan dengan tantangan yang akan dihadapi Persebaya pada pertandingan pembuka. Laga tandang membuat Bajul Ijo harus langsung beradaptasi dengan atmosfer stadion lawan sekaligus menghadapi tim yang dinilai sulit ditaklukkan.
Catatan musim sebelumnya juga menjadi perhatian. Persebaya gagal mencuri kemenangan ketika bermain di kandang lawan tersebut. Karena itu, Tavares menilai persiapan maksimal menjadi kebutuhan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Bagi Tavares, pertandingan uji coba pramusim bukan sekadar agenda untuk menjaga kebugaran pemain. Laga tersebut menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat sejauh mana kesiapan setiap pemain ketika menghadapi situasi pertandingan dengan tekanan yang lebih nyata.
Hal itu semakin penting karena regulasi pertandingan uji coba memungkinkan pergantian pemain hingga 15 kali. Kondisi tersebut hendak dimanfaatkan Tavares untuk melihat kemampuan seluruh pemain dalam skuadnya.
Pelatih Persebaya itu bahkan ingin menguji kedalaman skuad dalam atmosfer stadion dan di hadapan dukungan suporter secara langsung.
“Jika kami tidak menguji pemain kami dalam pertandingan kompetitif seperti ini, bagaimana kami bisa tahu apakah mereka siap ketika liga benar-benar dimulai? Regulasi 15 pergantian pemain ini sangat membantu proses evaluasi kami,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa persiapan Persebaya menuju Super League 2026/2027 tidak hanya berfokus pada komposisi pemain utama. Tavares juga ingin memastikan pemain yang berada di bangku cadangan memiliki kesiapan untuk masuk dan memberikan kontribusi ketika dibutuhkan.
Bagi Persebaya, laga 5 September menjadi ujian awal setelah seluruh persiapan pramusim dilakukan. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan pertama bagi skuad Tavares untuk membuktikan kesiapan mereka menghadapi persaingan Super League musim 2026/2027.
Setelah laga tandang tersebut, Persebaya dijadwalkan menjalani pertandingan kandang pertama dengan menghadapi PSIM Yogyakarta pada 13 September 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo. [way/beq]






