Lamongan (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan akan songkok di Kabupaten Lamongan, mengalami lonjakan signifikan.
Seperti yang dialami Niken Dwi Anggraeni, salah satu perajin songkok asal Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah. Niken mengaku untuk memenuhi pesanan selama Ramadan, dirinya bisa memproduksi sekitar 500 songkok per hari.
Menurut Niken, jumlah tersebut jauh meningkat jika dibandingkan dengan hari-hari di luar Ramadan, yang hanya berkisar antara 50 hingga 100 buah per hari.
“Mendekati lebaran ini, permintaan melonjak sampai lima kali lipat. Setiap hari kami bisa memproduksi hingga 500 songkok untuk memenuhi pesanan,” kata Niken, Senin (24/3/2025).
Songkok produksi Niken sudah menjangkau hampir semua wilayah Indonesia. Sebab, Niken juga memanfaatkan sistem pemasaran secara online.
“Untuk penjualan kita hampir ke seluruh wilayah di Indonesia ya, karena kita memang memanfaatkan marketplace online untuk menjual produk songkok kita,” imbuhnya.
Harga songkok produksi Niken cukup bervariasi. Mulai Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. Harga yang cukup terjangkau namun dengan kualitas yang baik, membuat songkok buatan Nike cukup diminati masyarakat.
“Semoga berkah ramadan dan Hari Raya Idul Fitri ini bisa menular di hari-hari biasa dan produksi songkok kami dapat terus meningkat setiap harinya,” ucap Niken. [fak/beq]






