Surabaya (beritajatim.com) – Kedatangan bulan suci Ramadan tinggal menghitung hari lagi, yakni bulan di mana seluruh umat Islam wajib untuk menahan segala nafsu dari terbitnya matahari hingga tenggalamnya matahari. Selain itu, pada bulan istimewa ini, umat muslim juga diminta untuk memperbanyak ibadah. dan doa doa khusus.
Dalam menyambut bulan Ramadan, umat Islam seharusnya merasa bahagia dan penuh sukacita. Sambil menyampaikan doa-doa yang diajarkan oleh agama Islam, berikut beberapa doa pendek yang dapat dibacakan menjelang dan saat memasuki bulan Ramadhan yang dilansir dari situs NU Online.
Doa Sejak Rajab
Sejak bulan Rajab, umat Islam sudah diajak untuk memanjatkan doa menyambut bulan Ramadhan. Rajab, sebagai bulan yang dihormati dalam Islam, menjadi awal yang baik untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Dikutip dari NU Online, berikut doa menjelang Ramadhan yang dibaca sejak Rajab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab-latin: “Allahumma baarik lanaa fii rojaba wa Sya’baana wa ballighnaa romadlona.”
Artinya: “Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Doa Ketika Ramadan Hampir Tiba
Ketika Ramadhan semakin dekat, umat Islam merangkai doa khusus untuk memohon keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa. Doa ini juga menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat bulan suci yang sebentar lagi akan tiba. Doa ini diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sanad riwayat dari Ubadah bin Shamit.
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Arab-latin: “Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan”
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadhan, selamatkanlah (penampakan hilal) Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadhan.”
Adapun doa berikut ini adalah permohonan Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud:
هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ )مرتين(، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ )ثَلاث مرات(، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا ، وَجَاءَ بِشَهْرِ
Arab-latin: Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka, (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.
Artinya, “Bulan petunjuk dan kebaikan (2 kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (3 kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu, dan mendatangkan bulan ini,” (HR Abu Dawud).
Terdapat juga ungkapan lain yang dibacakan oleh Rasulullah ketika melihat hilal atau saat awal masuknya bulan Ramadhan. Doa tersebut diambil dari karya Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam bukunya yang berjudul “Ithafu Ahlil Islam bi Khushushiyyatish Shiyam” (halaman 109).
اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ
Arab-latin: Allāhu akbaru, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīmi. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.
Artinya, “Allah maha besar. Tiada daya dan upaya kecuali berkat pertolongan Allah yang maha agung. Aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini (Ramadhan). Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir dan keburukan mahsyar.”
Semoga dengan doa-doa ini, umat Islam dapat menyambut bulan Ramadhan dengan hati yang lapang dan penuh keberkahan. [mnd/aje]






