Surabaya (beritajatim.com) – Setelah dua tahun masyarakat tidak bisa bepergian akibat pandemi Covid-19, pulang kampung kini jadi perjalanan yang ditunggu-tunggu. Tidak lain, sekadar untuk mengobati rasa kangen pada keluarga dan kampung halaman.
Ketika pulang kampung, tentu semua ingin bisa bertemu dengan orang-orang yang dicintai. Sayangnya, takdir tak pernah bisa ditebal.
Kisah sedih dialami seorang gadis Malaysia satu ini, yang harus menyerahkan semua rencana manisnya kepada takdir. Ibunya meninggal tepat di hari saat dia sedang dalam perjalanan pulang kampung.
Akun Twitter Isu Semasa Viral membagikan satu video seorang anak perempuan yang tidak berhasil menjenguk ibunya di kampung mereka. Menurut keterangan dalam video, wanita itu telah membuat rencana sebelumnya untuk pulang kampung ke Tawau, Sabah.
Namun, nasib selalu memiliki kejutan meski tidak semuanya baik. Pada hari yang sama saat wanita itu mendarat di Sabah, ibunya meninggal dunia.
Menyadari waktu terus berjalan dan kesempatan melihat ibunya untuk terakhir kali semakin terbatas, dia segera bergegas ke pemakaman dari Bandara Tawau. Begitu sampai di pemakaman di Kampung Pasir Putih, dia berlari menuju tubuh ibunya yang sudah tak bernyawa sementara semua orang menyaksikan dengan haru.
Saat semua orang yang hadir bersiap untuk memakamkan sang ibu, perempuan itu dengan langkah gontai dan kaki yang lemas memaksakan diri untuk berlari menuju ibunya yang sudah terbujur kaku dan berlapiskan kain kafan di tandu mayat.
Ya Allah tak sedar air mata laju keluar. Inalillahiwainalillahirojiun. Takziah untuk keluarga. pic.twitter.com/9QHesvq13H
— ISU SEMASA VIRAL (@isusemasaviral) April 23, 2022
Perempuan itu mengambil kesempatan terakhirnya untuk melihat ibunya, berlutut di samping tandu dengan tubuh yang gemetar ia mencium ibunya untuk terakhir kalinya.
Di balik masker dan kerudungnya, tangis perempuan itu luruh, tangannya terlihat dalam video gemetar hebat dan beberapa kali mengusap wajahnya, seakan tak percaya bahwa ibunyalah yang terbujur kaku di depan dia saat itu.
Unggahan video itu pun meluluhkan hati banyak warganet. Video tersebut telah menerima lebih dari 22.000 retweet dan warganet juga meluangkan waktu untuk mengungkapkan ketakutan mereka yang sama akan kematian dalam keluarga.
“Inilah yang paling kami takuti,” ujar salah seorang warganet dalam kolom komentar.
“Ketakutan terbesar saya adalah menerima berita kematian dalam keluarga ketika saya jauh. Saya khawatir saya tidak punya cukup waktu untuk mengabdikan diri kepada orang tua saya. Semoga Tuhan memberi kita kekuatan untuk menghadapinya ketika saatnya tiba,” tulis lainnya.
“Tangannya gemetar & dia masih bisa berlari. Saya pikir saya bahkan tidak akan bisa berjalan dengan baik jika saya berada dalam situasinya,” komentar warganet.
Sementara itu, beberapa netizen juga berbagi pengalaman kehilangan orang tersayang dalam keluarga, bekas luka yang tidak akan pernah hilang dalam hidup mereka.
“Ayah saya meninggal ketika saya masih kecil & ibu saya merawat saya sejak saat itu. Aku terlalu memikirkan hari dimana ibuku meninggal setiap hari dan aku yakin aku akan kesepian & tertekan ketika saatnya tiba,” komentar warganet lain.
“Dia masih harus mencium tangan ibunya. Saya tidak akan pernah melupakan hari ketika saya menerima kabar buruk tentang ayah saya ketika saya belajar di Selandia Baru. Saya segera naik penerbangan pertama yang tersedia tetapi dia sudah dikuburkan ketika saya sampai di rumah,” tambah lainnya.
“Saya menangis. Kembali pada tahun 2019, ibu saya menelepon dan mengatakan bahwa dokter memberi tahu dia bahwa dia bisa tinggal bersama saya ketika dia sembuh. Keesokan paginya, dia meninggalkan dunia. 2 minggu kemudian, kembar tiga saya meninggal di dalam rahim saya,” ungkap warganet berbagai kepedihannya. (adg/beq)






